Determinan Kecurangan Laporan Keuangan pada BUMN di Indonesia
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh fraud hexagon yakni faktor
tekanan yang direpresentasikan oleh stabilitas keuangan juga tekanan pihak luar,
faktor kapabilitas direpresentasikan oleh pergantian direksi, faktor kesempatan
direpresentasikan oleh sifat industri, faktor rasionalisasi direpresentasikan oleh
total accrual ratio, faktor arogansi direpresentasikan oleh jumlah tampilan foto
direktur utama dan faktor kolusi direpresentasikan oleh proyek dengan pemerintah
terhadap kecurangan laporan keuangan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 21
perusahaan dari total 115 perusahaan BUMN Indonesia tahun 2020-2023 kemudian
dianalisis dengan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 30.
Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa stabilitas keuangan, pergantian direksi
dan jumlah tampilan foto direktur utama berpengaruh negatif dan signifikan.
Sedangkan tekanan pihak luar, sifat industri dan proyek dengan pemerintah
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan serta
total accrual ratio berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kecurangan
laporan keuangan pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
tahun 2020-2023.
Collections
- Master of Accountancy [313]
