Show simple item record

dc.contributor.authorTastama, Guztavigo Arla
dc.date.accessioned2025-05-26T03:11:17Z
dc.date.available2025-05-26T03:11:17Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55989
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan restorative justice dalam penyelesaian tindak pidana kecelakaan lalu lintas (laka lantas) oleh Kepolisian Resor Kota Sleman (Polresta Sleman), serta mengidentifikasi hambatan dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan pendekatan kualitatif, meliputi studi dokumen dan wawancara dengan pihak terkait di Unit Gakkum Satlantas Polresta Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorative justice telah diterapkan untuk kasus laka lantas ringan dan sedang, namun belum efektif untuk kasus berat yang melibatkan korban jiwa atau luka berat akibat keterbatasan regulasi seperti Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 dan Undang- Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Hambatan utama meliputi faktor emosional korban/keluarga, ,kurangnya sosialisasi, serta ketidak hadiran salah satu pihak dalam mediasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas mediator, sosialisasi kepada masyarakat, dan revisi regulasi untuk memperluas ruang lingkup restorative justice. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem peradilan pidana yang lebih manusiawi dan berkeadilan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectRestorative Justiceen_US
dc.subjectKecelakaan Lalu Lintasen_US
dc.subjectKepolisian Resor Kota Slemanen_US
dc.subjectPenegakan Hukumen_US
dc.subjectMediasien_US
dc.titleImplementasi Restorative Justice dalam Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas Oleh Kepolisian Resor Kota Slemanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18410189


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record