| dc.description.abstract | Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat di Indonesia tidak lepas dari
mengonsumsi camilan. Ditengah gaya hidup yang serba cepat, ngemil merupakan
salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Berdasarkan hasil survei
dan observasi yang dilakukan terkait camilan, lumbas dipilih sebagai produk usaha
yang akan dirintis. Dari data yang didapat, banyak dari mahasiswa universitas islam
Indonesia berasal dari Jawa Barat sehingga penulis mencoba memasarkan produk
lumbas dengan mengubah dari segi kemasan dan variasi rasa. Perintisan bisnis yang
dijalankan penulis dan tim berjudul Manajemen Pemasaran Lumbaskeun: Inovasi
Bisanis Camilan dari Kulit Lumpia. Perintisan bisnis dilakukan dalam rentang
waktu empat bulan melalui social media, marketplace dan penjualan langsung.
Program pemasaran yang dilakukan pada saat pelaksanaan meliputi survei pasar,
pengelolaan mitra pemasaran, membangun brand awareness, pengelolaan social
media dan merancang pembiayaan pemasaran. Bisnis Lumbaskeun dinyatakan
layak untuk dijalankan dengan adanya analisis yang dilakukan sebelum
pelaksanaan, pada analisis yang dilakukan, program kerja bidang pemasaran sudah
terorganisir dengan baik hal ini ditunjukan dengan semakin dikenalnya brand
Lumbaskeun, namun masih ada beberapa hal yang harus dioptimalkan terkait
strategi dan keuangan pada perintisan bisnis. | en_US |