| dc.description.abstract | Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak awal Maret 2020 merupakan
suatu bentuk krisis yang berasal dari luar perusahaan. Situasi pandemi tersebut membuat
pemerintah mengambil berbagai kebijakan yang berdampak kepada penurunan berbagai
sektor. Salah satu sektor yang mengalami tekanan dan penurunan besar akibat pandemi
Covid-19 adalah industry perhotelan. Begitupun yang dirasakan oleh Hotel Adika Bahtera
Balikpapan yang mengalami krisis akibat pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis aktivitas manajemen krisis Hotel Adika Bahtera Balikpapan dalam
meminimalisir dan mengatasi dampak-dampak negative akibat pandemi Covid-19.
Penelitian ini menggunakan teori manajemen krisis menurut Rhenald Kasali (2014)
yang terdiri dari lima tahapan, yaitu identifikasi krisis, analisis krisis, isolasi krisis,
penetapan strategi dan program pengendalian. Metode penelitian yang digunakan oleh
peneliti adalah metode kualitatif yang menghasilkan data berbentuk deskriptif. Data
penelitian diperoleh melalui teknik pengumpulan data dengan cara observasi secara
langsung, wawancara mendalam serta dokumentasi sebagai sumber data pendukung.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Hotel Adika Bahtera Balikpapan telah berhasil
melewati masa krisisnya melalui beberapa tahapan yang sesuai dengan teori manajemen
krisis menurut Rhenald Kasali (2014). Pada identifikasi krisis, hotel berfokus pada
penguatan internal dan pembentukan tim khusus penanganan krisis. Pada analisis krisis,
hotel berfokus untuk membaca situasi dan memanfaatkan berbagai media sebagai sumber
informasi untuk proses analisis. Pada isolasi krisis, hotel mengambil kebijakan untuk
memberhentikan operasionalnya. Pada pilihan strategi, hotel menetapkan strategi adaptif
dengan mengubah kebijakan, modifikasi operasional dan menaikkan eksistensi hotel. Pada
program pengendalian, hotel fokus melakukan release untuk meningkatkan kepercayaan
publik dan memanfaatkan media untuk menyebarkan segala informasi dan promosi hotel. | en_US |