Show simple item record

dc.contributor.authorHanifah, Jihan
dc.date.accessioned2025-05-08T03:33:04Z
dc.date.available2025-05-08T03:33:04Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55622
dc.description.abstractEfisiensi suatu wilayah dilakukan melalui pembangunan infrastruktur yang dapat membantu percepatan pertumbuhan suatu wilayah. Percepatan pembangunan suatu wilayah mampu menghasilkan pusat pertumbuhan dan Hinterland. Kecamatan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan dan Hinterland menjadi tujuan analisis dalam penelitian ini serta bertujuan untuk mengevaluasi nilai interaksi antar wilayah di Kabupaten Kulon Progo dengan membandingkan data dari tahun 2020 dan tahun 2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui BPS Kabupaten Kulon Progo mencakup informasi mengenai fasilitas pendidikan, ibadah, kesehatan, perekonomian, pariwisata, komunikasi, jumlah penduduk dan jarak antar kecamatan. Metode yang diterapkan adalah Analisis skalogram dan Analisis gravitasi, yang diolah menggunakan Microsoft Excel 2013. Hasil analisis skalogram tahun 2020 menunjukkan bahwa terdapat tiga kecamatan sebagai pusat pertumbuhan di Kabupaten Kulon Progo yaitu Kecamatan Wates, Kecamatan Temon, dan Kecamatan Nanggulan. Pada tahun 2023, ketiga kecamatan tersebut tetap menjadi pusat pertumbuhan. Hasil analisis gravitasi mengungkapkan adanya perbedaan jarak antar kecamatan yang berpengaruh pada besaran interaksi antara kecamatan pusat pertumbuhan dan Hinterland.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPusat Pertumbuhanen_US
dc.subjectHinterlanden_US
dc.subjectGravitasien_US
dc.subjectSkalogramen_US
dc.titleAnalisis Pusat Pertumbuhan Wilayah dan Hinterland di Kabupaten Kulon Progoen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21313071


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record