| dc.description.abstract | Kemajuan teknologi keuangan telah mendorong hadirnya bank digital syariah
sebagai alternatif transaksi berbasis syariah. Namun, adopsi layanan ini masih
menghadapi tantangan, terutama terkait risiko dan kepercayaan. Penelitian ini
menganalisis pengaruh kedua faktor tersebut terhadap niat menggunakan bank
digital syariah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis
regresi linear berganda. Data dikumpulkan dari 80 responden melalui kuesioner
dan dianalisis menggunakan SPSS 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
persepsi risiko tidak berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan bank
digital syariah (73%; sig. 0,587). Sebaliknya, kepercayaan memiliki pengaruh
positif dan signifikan (44,5%; sig. 0,017), menjadikannya faktor utama dalam
mendorong adopsi layanan. Bank syariah disarankan meningkatkan
kepercayaan dengan memperkuat keamanan dan transparansi layanan, serta
mengedukasi masyarakat tentang keamanan transaksi digital. | en_US |