| dc.description.abstract | Penyakit Arteri Koroner (CAD) merupakan penyebab utama kematian akibat
penyakit jantung dan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal jantung
dan gangguan ritme jantung. Salah satu indikasi penting dalam diagnosis CAD
adalah deteksi aritmia, yang dapat dideteksi melalui analisis sinyal
Electrocardiography (ECG). Aritmia yang tidak terdeteksi dapat memperburuk
kondisi pasien sehingga deteksi dini sangat krusial. Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan model klasifikasi pada pasien dengan CAD menggunakan metode
Long Short-Term Memory (LSTM). Dataset yang digunakan dalam penelitian ini
adalah St Petersburg INCART 12-lead Arrhythmia Database yang diambil dari
website PhysioNet. Data yang dianalisis melibatkan 75 rekaman ECG dari 32 pasien
dengan berbagai kondisi CAD. Data sinyal ECG yang digunakan terdiri dari 12
channel, yaitu I, II, III, aVL, aVF, aVF, V1, V2, V3, V4, V5, V6. Penelitian ini
melibatkan serangkaian proses, termasuk pengumpulan data, preprocessing
menggunakan wavelet transform untuk mengurangi noise, ECG Segmentation yang
berdurasi 5 detik dengan overlap 1 detik, ekstraksi fitur dengan menggunakan
statistical feature. Data kemudian distandarisasi menggunakan standard scaler
dengan pembagian training 70% dan testing 30% dengan random state 42.
Kemudian dilakukan klasifikasi menggunakan LSTM dengan fungsi aktivasi
ReLU, dropout sebesar 0.25, dan dense layer dengan fungsi aktivasi softmax. Hasil
evaluasi menunjukkan bahwa akurasi model LSTM sebesar 98.99% dan
berdasarkan Stratified K-Fold Cross Validation memiliki rata-rata akurasi yang
diperoleh sebesar 96.78%. Selain itu, hasil confusion matrix multi-class pada 10
diagnosis memiliki akurasi di atas 98%. | en_US |