Show simple item record

dc.contributor.authorQomariyah, Alfiyatul
dc.date.accessioned2025-04-29T05:47:01Z
dc.date.available2025-04-29T05:47:01Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55448
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana media sebagai arsip sejarah memberitakan peristiwa yang menjadi faktor penerapan jam malam dan bagaimana waktu mendisiplinkan masyarakat di masa lalu melalui jam malam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, mengandalkan data dari surat kabar Indonesia tahun 1950 dan 1963. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa sosial seperti provinsialisme di Balikpapan, aksi Westerling di Bandung, dan peristiwa 10 Mei mendorong pemerintah untuk memberlakukan jam malam sebagai langkah pendisiplinan masyarakat. Jam malam berfungsi sebagai alat pengawasan dan kontrol terhadap aktivitas serta mobilitas masyarakat, dengan tujuan menjaga keamanan dan stabilitas negara. Disiplin dalam jam malam beroperasi melalui pengaturan waktu dan ruang. Pengaturan waktu membagi waktu menjadi kategori aktivitas yang dilarang dan diizinkan, sementara pengaturan ruang menciptakan pemisahan antara area aman dan berisiko. Melalui pengawasan lanjutan, seperti patroli keliling, pemerintah berusaha memastikan kepatuhan masyarakat terhadap regulasi yang diterapkan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectJam Malamen_US
dc.subjectDisiplinen_US
dc.subjectDisiplin Foucaulten_US
dc.titleDisiplin Waktu Masyarakat Indonesia melalui Jam Malam di Surat Kabar Indonesia Tahun 1950 Dan 1963en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21321042


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record