Show simple item record

dc.contributor.authorKurniawati
dc.date.accessioned2025-02-17T01:53:37Z
dc.date.available2025-02-17T01:53:37Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54789
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana dampak jangka pendek dan jangka panjang variabel makroekonomi dan instrumen keuangan terhadap sukuk hijau dua negara Islam, yakni Indonesia dan Malaysia. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa time series bulanan dengan kurun waktu Januari 2019 hingga Oktober 2024. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil pengujian menunjukkan adanya kecenderungan hasil yang sama antara Indonesia dan Malaysia. Kecenderungan hasil yang sama mengindikasikan bahwa meskipun kedua negara memiliki kondisi perekonomian yang berbeda, tetapi faktor-faktor yang mempengaruhi pasar sukuk hijau keduanya cenderung serupa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Perbandingan keduanya terletak pada respon jangka pendek, dimana Malaysia memiliki keunggulan dalam merespon perubahan makroekonomi dan indikator pasar modal syariah secara cepat, sedangkan Indonesia memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencerna perubahan makroekonomi sebelum dampaknya terlihat pada sukuk hijau. Sementara itu, sukuk hijau Indonesia juga dapat merespon perubahan indikator pasar modal syariah secara langsung pada periode yang sama selama masa penelitian. Temuan ini dapat memberikan informasi langsung dan menjadi acuan utama bagi investor sebelum benar-benar berinvestasi pada sukuk hijau di kedua negara tersebut.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMakroekonomien_US
dc.subjectPasar Modal Syariahen_US
dc.subjectSukuk Hijauen_US
dc.titlePengaruh Indikator Makroekonomi dan Pasar Modal Syariah Terhadap Sukuk Hijau di Indonesia dan Malaysiaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20918012


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record