Pengaruh Indikator Makroekonomi dan Pasar Modal Syariah Terhadap Sukuk Hijau di Indonesia dan Malaysia
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana dampak jangka pendek
dan jangka panjang variabel makroekonomi dan instrumen keuangan terhadap
sukuk hijau dua negara Islam, yakni Indonesia dan Malaysia. Data yang digunakan
dalam penelitian ini berupa time series bulanan dengan kurun waktu Januari 2019
hingga Oktober 2024. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive
Distributed Lag (ARDL). Hasil pengujian menunjukkan adanya kecenderungan
hasil yang sama antara Indonesia dan Malaysia. Kecenderungan hasil yang sama
mengindikasikan bahwa meskipun kedua negara memiliki kondisi perekonomian
yang berbeda, tetapi faktor-faktor yang mempengaruhi pasar sukuk hijau keduanya
cenderung serupa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Perbandingan
keduanya terletak pada respon jangka pendek, dimana Malaysia memiliki
keunggulan dalam merespon perubahan makroekonomi dan indikator pasar modal
syariah secara cepat, sedangkan Indonesia memerlukan waktu yang lebih lama
untuk mencerna perubahan makroekonomi sebelum dampaknya terlihat pada sukuk
hijau. Sementara itu, sukuk hijau Indonesia juga dapat merespon perubahan
indikator pasar modal syariah secara langsung pada periode yang sama selama masa
penelitian. Temuan ini dapat memberikan informasi langsung dan menjadi acuan
utama bagi investor sebelum benar-benar berinvestasi pada sukuk hijau di kedua
negara tersebut.
Collections
- Economics [2634]
