| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kegunaan (Perceived
Usefulness), kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use), dan efikasi diri (Self-
Efficacy) terhadap niat menggunakan (Intention to Use) QRIS Bank Syariah Indonesia
serta dampaknya terhadap perilaku pengguna (User Behavior). Penelitian ini
didasarkan pada kerangka kerja Technology Acceptance Model (TAM) yang
menjelaskan bahwa penerimaan teknologi dipengaruhi oleh persepsi kegunaan dan
kemudahan penggunaan. Selain itu, efikasi diri juga dianalisis sebagai faktor tambahan
yang memengaruhi niat pengguna untuk mengadopsi teknologi ini. Metode penelitian
yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data
diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 225 responden yang merupakan
pengguna dan calon pengguna QRIS di Bank Syariah Indonesia. Analisis data
dilakukan menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling
(PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan kemudahan
penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan QRIS.
Efikasi diri juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat penggunaan.
Selanjutnya, niat penggunaan terbukti memengaruhi perilaku pengguna secara positif
dan signifikan. Implikasi dari hasil ini menyoroti pentingnya meningkatkan
kemudahan penggunaan dan manfaat yang dirasakan oleh pengguna, serta memperkuat
keyakinan diri mereka dalam menggunakan teknologi pembayaran digital seperti
QRIS. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembang layanan
keuangan digital, khususnya Bank Syariah Indonesia, dalam menyusun strategi
pemasaran dan edukasi yang efektif untuk meningkatkan adopsi QRIS. Di sisi lain,
hasil ini juga memberikan kontribusi teoritis dengan memperkuat model TAM dalam
konteks penerimaan teknologi keuangan syariah di Indonesia. | en_US |