Analisis Resepsi Nakama Istimewa Yogyakarta Terhadap Penggunaan Anime One Piece Sebagai Medium Politik
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi komunitas Nakama Istimewa
Yogyakarta terhadap anime One Piece dalam konteks penggunaannya sebagai medium
kampanye politik. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana
anggota komunitas dari Nakama Istimewa Yogyakarta tersebut menafsirkan,
merespons, serta memaknai pesan-pesan politik yang disampaikan melalui anime One
Piece dalam penggunaan medium politik. Dengan menggunakan pendekatan analisis
resepsi dari teori Stuart Hall yaitu encoding/ decoding, penelitian ini menggali makna
yang dibentuk oleh individu-individu dalam komunitas berdasarkan latar belakang dan
perspektif pribadi mereka. Anime One Piece, yang mempunyai tema kebebasan,
perlawanan terhadap otoritas, dan perjuangan melawan ketidakadilan, menjadi sarana
yang potensial untuk menyisipkan pesan politik yang relevan dalam berbagai konteks.
Melalui wawancara mendalam dan observasi, penelitian ini mengungkap bahwa
terdapat keragaman pemaknaan di antara anggota komunitas Nakama Istimewa
Yogyakarta. Beberapa informan menerima pesan tersebut secara eksplisit, menganggap
One Piece sebagai media yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai politik seperti
keadilan sosial dan perlawanan terhadap penindasan. Namun, ada juga anggota yang
menolak atau bahkan menafsirkan pesan-pesan tersebut secara berbeda, sesuai dengan
preferensi ideologi pribadi, latar belakang sosial, serta pengalaman hidup mereka.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang bagaimana
media hiburan populer seperti anime dapat menjadi medium efektif untuk
menyampaikan pesan politik dan bagaimana audiens yang terlibat di dalamnya
merespons. Temuan ini memperkaya kajian tentang hubungan antara media populer dan
politik, serta memberikan wawasan baru tentang bagaimana pesan politik dapat
dikomunikasikan melalui format yang tidak konvensional seperti anime.
Collections
- Communication [1433]
