• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Resepsi Komunitas NCTzen Yogyakarta mengenai Soft Masculinity Boyband K-pop : NCT Dream

    Thumbnail
    View/Open
    20321299.pdf (7.526Mb)
    Date
    2024
    Author
    Febianti, Najla Rafila
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    NCT Dream adalah salah satu boyband Korea Sealatan yang menyajikan penampilan yang berbeda dari segi maskulinitas. Dimana NCT Dream tidak selalu menggunakan tampilan macho, namun terkadang juga mnampilkan kesan yang feminim. Musik Video NCT Dream juga memperlihatkan kesan tersebut. Sehingga penulis tertarik untuk menjadikan Musik Video NCT Dream sebagai objek penelitian dalam melihat resepsi NCTzen Yogyakarta terhadap Soft masculinity NCT Dream. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lima narasumber. Dimana subjek penelitiannya adalah NCTzen Yogyakarta yang berusia 18 -25, objek penelitian dalam penelitian ini adalah musik video Candy dan Beatbox. Dalam analisis data penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi milik Stuart Hall yang melihat narasumber dalam mengkonsepkan Soft masculinity dan mendeskripsikan Soft masculinity pada Boyband NCT Dream. Hasil yang penulis temukan dalam penelitian melalui analisis resepsi terhadap lima narasumber dan enam kategori scene Soft masculinity, ada lima kategori yang termasuk kedalam Soft masculinity yaitu : Karakteristik lembut dan romantis, penggunaan riasan wajah, penggunaan aksesori, pakaian laki - laki korea selatan, dan gerakan aegyo merupakan Soft masculinity. Namun satu kategori yaitu penggunaan rambut bewarna terang tidak menunjukkan Soft masculinity. Dalam penelitian ini ditemukan adanya tiga posisi pemaknaan, yaitu posisi dominan, posisi negosiasi, dan posisi oposisi. Dalam posisi dominan, empat dari lima narasumber berada di posisi ini, dan hanya satu narasumber yang berada di posisi oposisi. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi narasumber dalam melakukan pemaknaan atau resepsi yaitu faktor sosial, faktor pendidikan, faktor pengalaman, faktor jejaring pertemanan, dan factor pola konsumsi media.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54123
    Collections
    • Communication [1434]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV