Resepsi Komunitas NCTzen Yogyakarta mengenai Soft Masculinity Boyband K-pop : NCT Dream
Abstract
NCT Dream adalah salah satu boyband Korea Sealatan yang menyajikan penampilan yang
berbeda dari segi maskulinitas. Dimana NCT Dream tidak selalu menggunakan tampilan
macho, namun terkadang juga mnampilkan kesan yang feminim. Musik Video NCT Dream
juga memperlihatkan kesan tersebut. Sehingga penulis tertarik untuk menjadikan Musik
Video NCT Dream sebagai objek penelitian dalam melihat resepsi NCTzen Yogyakarta
terhadap Soft masculinity NCT Dream. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lima
narasumber. Dimana subjek penelitiannya adalah NCTzen Yogyakarta yang berusia 18 -25,
objek penelitian dalam penelitian ini adalah musik video Candy dan Beatbox. Dalam analisis
data penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi milik Stuart Hall yang melihat
narasumber dalam mengkonsepkan Soft masculinity dan mendeskripsikan Soft masculinity
pada Boyband NCT Dream. Hasil yang penulis temukan dalam penelitian melalui analisis
resepsi terhadap lima narasumber dan enam kategori scene Soft masculinity, ada lima
kategori yang termasuk kedalam Soft masculinity yaitu : Karakteristik lembut dan romantis,
penggunaan riasan wajah, penggunaan aksesori, pakaian laki - laki korea selatan, dan
gerakan aegyo merupakan Soft masculinity. Namun satu kategori yaitu penggunaan rambut
bewarna terang tidak menunjukkan Soft masculinity. Dalam penelitian ini ditemukan adanya
tiga posisi pemaknaan, yaitu posisi dominan, posisi negosiasi, dan posisi oposisi. Dalam
posisi dominan, empat dari lima narasumber berada di posisi ini, dan hanya satu narasumber
yang berada di posisi oposisi. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi narasumber
dalam melakukan pemaknaan atau resepsi yaitu faktor sosial, faktor pendidikan, faktor
pengalaman, faktor jejaring pertemanan, dan factor pola konsumsi media.
Collections
- Communication [1434]
