| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diadopsi oleh perusahaan
rintisan (start-up) dalam merespons kegagalan inovasi melalui pendekatan
kemampuan dinamis (dynamic capabilities), yang mencakup tiga dimensi utama:
sensing, seizing, dan transforming. Studi ini menggunakan pendekatan studi kasus
lintas-kasus terhadap enam start-up yang beroperasi di berbagai sektor, termasuk
agrikultur, teknologi, jasa, dan manufaktur. Data dikumpulkan melalui wawancara
mendalam dengan pendiri start-up dan dianalisis menggunakan metode pengkodean
tematik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan dinamis berperan penting dalam
membantu start-up mengonversi kegagalan menjadi peluang pembelajaran dan
strategi pertumbuhan. Implikasi manajerial dari penelitian ini mencakup
pentingnya membangun jaringan kolaborasi yang strategis, memanfaatkan
teknologi secara efektif, dan menciptakan budaya organisasi yang mendukung
pembelajaran dan inovasi. Studi ini juga memberikan kontribusi terhadap literatur
terkait kemampuan dinamis dan pembelajaran organisasi dalam konteks start-up. | en_US |