Show simple item record

dc.contributor.authorSaputri, Anung Intan
dc.date.accessioned2024-11-01T08:48:27Z
dc.date.available2024-11-01T08:48:27Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/53656
dc.description.abstractTenaga kesehatan sebagai garda depan dalam layanan kesehatan, memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan Kesehatan selama pandemi Covid 19. Namun, risiko untuk tertular, kelelahan bekerja, hingga berakibat kematian juga menjadi beban yang harus ditanggung oleh tenaga kesehatan yang merawat pasien positif terpapar virus corona. Bekerja di Rumah Sakit Rujukan Covid 19, tenaga kesehatan harus berhadapan dengan situasi seperti jam kerja yang lebih lama untuk merawat pasien, APD yang kurang memadai, ketidak jujuran pasien akan kondisi yang dialami, hingga rela untuk tidak pulang kerumah, serta kurangnya dukungan dari masyarakat. Hal-hal tersebut menjadi faktor pemicu risiko yang harus ditangung oleh tanaga kesehatan. Penelitian ini berfokus pada pengalaman yang dirasakan oleh tenaga kesehatan, sehingga diharapkan menjadi perhatian dan memberikan insight kepada masyarakat bahwa tenaga kesehatan membutuhkan dukungan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan pendeketan studi kasus. Teknik penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara sebagai sumber data utama, dengan informan yang terdiri dari Dokter dan Perawat sebagai tenaga Kesehatan di Rumah sakit Rujukan di Bengkulu Utara.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPengalaman Bertugasen_US
dc.subjectPekerjaan Berisiko Tinggien_US
dc.subjectTenaga Kesehatanen_US
dc.titlePengalaman Bertugas pada Pekerjaan Berisiko Tinggi pada Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Rujukan Covid 19en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19915051


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record