• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan Tema "Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan untuk Lingkungan Berkelanjutan" - Diseminasi Penelitian
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Centers
    • DPPM (Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
    • Prosiding
    • Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan Tema "Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan untuk Lingkungan Berkelanjutan" - Diseminasi Penelitian
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ANALISA KELAYAKAN DARI ASPEK EKONOMI DAN LINGKUNGAN PADA BAHAN KIMIA DAN SUMBER ENERGI BERKELANJUTAN

    Thumbnail
    View/Open
    62-75 Muflih Arisa Adnan-ANALISA KELAYAKAN DARI ASPEK EKONOMI DAN LINGKUNGAN PADA.pdf (459.8Kb)
    Date
    2024-10-16
    Author
    Arisa Adnan, Muflih
    Indah Fajar Mukti, Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi, pengembangan sumber energi berkelanjutan menjadi sangat penting. Listrik diprediksi dapat menjadi satu pilihan energi berkelanjutan karena dapat dihasilkan dari sumber rendah emisi karbon seperti matahari (photovoltaic/sel surya), pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB). Metanol dan dimetil eter (DME) adalah bahan kimia dengan kepadatan energi tinggi sehingga sangat potensial sebagai bahan bakar. DME dapat diproduksi melalui proses elektrokimia yang memanfaatkan listrik (power-to-DME), sedangkan metanol dapat dihasilkan langsung dari biomassa melalui proses termal. Oleh karena itu, perlu diketahui kelayakan dari aspek ekonomi dan lingkungan pada produksi metanol dan DME dengan proses berkelanjutan. Pada saat ini proses power-to-DME tidak ekonomis. Levelized cost DME didapatkan sebesar $1695/ton-DME, yang itu berarti 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional ($500/ton-DME). Proses ini dapat menjadi lebih ekonomis jika biaya elektrolisis air dan harga elektrolizer turun di bawah 52 kWh/kg-H2 dan $200/kW, serta harga listrik kurang dari $0,03/kWh. Selain itu, faktor emisi listrik harus di bawah 19 g-CO2/kWh untuk memberikan manfaat lingkungan pada rute power-to-DME. Untuk penyederhanaan proses dan menekan biaya produksi, sumber energi dapat diganti dari listrik menjadi biomassa dan produk diganti dari DME menjadi metanol. Untuk proses biomass-to-metanol, diperlukan harga biomassa <195 $/ton dan harga gasifier di bawah 1000 $/kW agar harga metanol dapat kompetitif. Emisi CO2 dari metanol dari biomassa juga bernilai negatif, yaitu –0,562 kg-CO2/kg-metanol untuk tandan kosong kelapa sawit dan –0,728 kg-CO2/kg-metanol untuk alga.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/53439
    Collections
    • Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dengan Tema "Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan untuk Lingkungan Berkelanjutan" - Diseminasi Penelitian [14]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV