• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Representasi Elemen Budaya Suku Bajo Dalam Film Avatar: The Way Of Water Analisis Semiotika Roland Barthes

    Thumbnail
    View/Open
    20321099.pdf (3.817Mb)
    Date
    2024
    Author
    Julfan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Film dapat merepresentasikan suatu budaya, budaya dalam film direpresentasikan dalam bentuk potongan-potongan gambar yang disusun menjadi satu sehingga terlihat bergerak. Terdapat banyak budaya yang direpresentasikan kedalam sebuah film, salah satunya yaitu film “Avatar: The Way of Water”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman budaya masyarakat Suku Bajo direpresentasikan dalam film Avatar: The Way of Water sehingga dapat membuktikan pernyataan James Cameroon mengenai Suku Metkayina yang terinspirasi dari Suku Bajo. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk menganalisis makna denotasi, konotasi dan mitos pada adegan-adegan yang dipilih. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu film, representasi dan budaya. Penelitian ini menemukan bahwa dalam adegan-adegan film Avatar: The Way of Water yang dianalisis menggunakan metode semiotka Roland Barthes, terdapat kesamaan elemen budaya antara Suku Metkayina dan Suku Bajo di Desa Bongganan. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini yaitu Suku Bajo dan Suku Metkayina memiliki kesamaan elemen budaya pada sistem pengetahuan dalam cara bertahan hidup dengan memanfaatkan sumber daya alam laut. Sistem teknologi dan peralatan hidup, Suku Metkayina dan Suku Bajo menggunakan Canoe (perahu) sebagai alat transportasi dalam aktivitas sehari-hari, bentuk bangunan rumah yang berada diatas air. Sistem ekonomi, dengan kemampuan menyelam yang lebih baik Suku Metkayina dan Suku Bajo dapat lebih memanfaatkan sumber daya alam laut seperti kerang (kima), taripang, dan biota laut lainya yang dapat di perdagangkan. Sistem religi, Suku Metkayina yang percaya pada Tsahik yang merupakan tokoh spiritual dalam budaya Na’vi, pada masyarakat Suku Bajo masih percaya pada Sandro (dukun) dalam proses spiritual salah satanya yaitu pengobatan tradisional.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/53397
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV