| dc.description.abstract | Berdasarkan hasil long form Sensus Penduduk tahun 2020, ditemukan besaran
prevalensi untuk gangguan pendengaran adalah sebesar 0,36% pada penduduk
berumur 5 tahun ke atas yang terjadi lebih banyak pada penduduk perempuan
dibandingkan penduduk laki-laki. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan
terhadap cara komunikasi non verbal agar komunikasi antara masyarakat tunarungu
dan masyarakat yang tidak memiliki gangguan pendengaran dapat berjalan efektif.
Indonesia memiliki dua sistem bahasa isyarat, yaitu Bahasa Isyarat Indonesia dan
Sistem Isyarat Bahasa Indonesia yang memiliki perbedaan gerakan pada beberapa
kosakata. Tidak semua masyarakat tunarungu menerima Sistem Isyarat Bahasa
Indonesia ditetapkan sebagai isyarat baku nasional karena tidak merepresentasikan
bahasa isyarat asli Indonesia dan terdapat berbagai bentuk isyarat yang tidak sesuai
dengan isyarat yang berkembang di masyarakat tunarungu karena banyak
mengadopsi pada sistem isyarat Amerika. Berangkat dari permasalahan tersebut,
penelitian ini akan berfokus pada pengembangan sistem deteksi bahasa isyarat,
khususnya Bahasa Isyarat Indonesia dengan menggunakan 3D convolutional
neural network dengan arsitektur EfficientNetV2. Sampel yang digunakan terdiri
dari 10 kosakata sehari-hari, yaitu “Aku”, “Apa”, “Baru”, “Lama”, “Maaf”,
“Malas”, “Nama”, “Selamat Pagi”, “Senang”, dan “Terima Kasih”. Sampel ini
digunakan karena kosakata tersebut merupakan kata-kata yang sering digunakan
dalam percakapan sehari-hari yang mencakup sapaan, ungkapan perasaan, dan kata
deskripsi sehingga cocok digunakan sebagai sampel sistem pengenalan bahasa
isyarat yang akan dibuat. Sistem ini mengandalkan mediapipe, segmentasi citra,
dan gabungan keduanya dalam pemrosesan gambar/frame yang dihasilkan dari
dataset berupa video. Diantara ketiga model tersebut, model dari dataset gabungan
menjadi model yang terbaik dengan tingkat akurasi Macro F1-Score sebesar 92,0%
pada data validation serta mampu memprediksi data baru yang belum pernah dilihat
oleh model yang terlihat pada tingkat akurasi Macro F1-Score pada data test
sebesar 92,3%. | en_US |