| dc.description.abstract | Penelitian ini berfokus pada manajemen pendidikan karakter yang terintegrasi
dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah Nur
Iman Mlangi, Gamping, Sleman. Urgensi penelitian ini terletak pada tantangan
yang dihadapi oleh MTs Nur Iman, seperti rendahnya kedisiplinan siswa,
keterlambatan, ketidakhadiran tanpa keterangan, dan perilaku kurang disiplin
lainnya, yang menunjukkan perlunya sistem pendidikan karakter yang lebih
efektif dan terintegrasi. Pendidikan karakter yang selama ini dianggap sebagai
bagian dari pengembangan siswa di luar kelas, dalam penelitian ini diintegrasikan
secara sistematis ke dalam proses pembelajaran PAI. Nilai-nilai karakter seperti
religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas menjadi fokus utama
dalam integrasi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana
manajemen pendidikan karakter tersebut diterapkan melalui empat tahapan
manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.
Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif,
yang memberikan gambaran mendalam mengenai implementasi pendidikan
karakter di MTs Nur Iman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses
perencanaan di MTs Nur Iman melibatkan integrasi nilai-nilai karakter ke dalam
kurikulum PAI, kegiatan pengembangan diri, dan budaya sekolah. Pada tahap
pengorganisasian, koordinasi antara guru, staf sekolah, dan pengasuh pondok
pesantren menjadi kunci dalam menyelaraskan kegiatan pendidikan formal dan
pendidikan berbasis pesantren. Dalam pelaksanaannya, pendidikan karakter
diintegrasikan ke dalam kegiatan belajar, program pengembangan diri seperti
Pramuka dan PMR, serta budaya sekolah yang mendorong kedisiplinan dan
akhlak yang baik. Pengawasan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk
memastikan pencapaian tujuan pendidikan karakter. Faktor pendukung utama
dalam keberhasilan program ini adalah keterlibatan pondok pesantren yang
memiliki lingkungan kondusif, serta guru yang kompeten dalam membimbing
siswa. Namun, beberapa tantangan muncul dalam hal sinkronisasi waktu antara
program sekolah dan pesantren. Evaluasi yang berkelanjutan diperlukan untuk
mengatasi tantangan ini dan meningkatkan efektivitas program pendidikan
karakter yang terintegrasi. | en_US |