• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Fasilitas Pariwisata Islam di Masjid Pathok Negoro Plosokuning Sebagai Destinasi Wisata Religi Bertasis Arsitektur Berkelanjutan

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (120.5Kb)
    02 prelimininari.pdf (1.818Mb)
    03 daftar isi.pdf (211.8Kb)
    04 abstract.pdf (219.6Kb)
    05.1 bab 1.pdf (989.6Kb)
    05.5 bab 5.pdf (265.3Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (233.1Kb)
    Date
    2017-06-21
    Author
    Putri, Novrica Amalia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Masjid Pathok Negoro Plosokuning adalah salah satu dari masjid yang berperan penting dalam perkembangan sejarah Yogyakarta, dahulu sebagai batas wilayah dan tempat pertahanan bagi Keraton Yogyakarta. Masjid ini justru dibangun lebih dulu daripada Keraton Yogyakarta sendiri. Masjid pathok negoro plosokuning selain sebagai sebuah cagar budaya juga masih difungsikan dengan baik sampai sekarang, bahkan masjid ini masih menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus kebudayaan bagi masyarakat kampung plosokuning, Namun, keberadaan masjid-masjid pathok negoro sebagai cagar budaya yang memiliki nilai historikal terhadap pengembangan agama Islam yang merupakan agama mayoritas di Yogyakarta tidak dirasakan oleh banyak orang, bahkan tidak diketahui banyak penduduk yang tinggal di Yogyakarta. Seharusnya dengan runtutan sejarah yang mendasari berdirinya masjid-masjid pathok negoro, dapat menjadikan masjid ini sebagai titik destinasi baru yang berpotensi sebagai pusat peradaban islami yang memiliki fungsi tata ruang dengan skala dimensi ruang yang dapat dimanfaatkan dalam dampak sosial dan ekonomi secara nyata. Untuk mempertahankan dan melindungi sebuah cagar budaya dapat dilakukan konservasi. Konservasi warisan budaya dapat membantu daerah perkotaan menemukan cara-cara inovatif untuk meningkatkan mata pencaharian. Aset warisan budaya telah memperkuat ekonomi nasional dan lokal, tersedia insentif bagi penciptaan lapangan kerja, meningkatkan lingkungan perkotaan, dan kualitas ruang publik. Namun untuk membuat bangunan baru sebagai fasilitas Masjid Pathok Negoro Plosokuning penggunaan energi juga menjadi pertimbangan, agar sejalan dengan pendekatan islami yang merujuk kepada konsep pembangunan berkelanjutan, metode yang dilakukan adalah dengan pendekatan teori efisiensi energi, agar kehadiran Islamic Tourism Center dapat dirasakan sebagai bangunan konservasi masjid yang berorientasi sebagai bangunan pendukung masjid.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/5205
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV