Laporan Praktik Investasi Cabang Baru Martabak Mini Kajek di Jalan Kaliurang
Abstract
Banyak pelaku usaha UKM kuliner di DIY ini yang berkembang skala Nasional bahkan ada
beberapa Brand lokal DIY telah menembus pasar Internasional. Masyarakat dan pasar
potensial di DIY khususnya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta secara tidak langsung
sangat sensitif terhadap harga dan kualitas. Sehingga jika pelaku usaha di Provinsi DIY
mampu berkembang dengan berbagai aspek maka sangat mudah menguasai pangsa pasar
diluar DIY. Martabak adalah produk yang populer di Indonesia, sehingga banyak masyarakat
yang familiar dengan martabak. Martabak dinyatakan sebagai salah satu kekayaan kuliner
yang dimiliki Indonesia karena digemari hampir semua kalangan masyarakat, dan bisnis
pembuatan martabak dinilai tidak akan pernah sepi peminat. Pada saat ini martabak mini
kajek telah mempunyai 2 outlet di Sleman tepatnya di Depok Condong Catur dan Jakal KM
13,5 Besi di Kecamatan Ngaglik. Martabak Mini Kajek telah melalui promosi hanya dengan
worth of mouth sejak tahun 2019. Bisnis ini masuk dalam golongan usaha kecil menengah.
Martabak mini kajek telah mempositioningkan berbeda pada jenis martabak pada umumnya
dan martabak mini sendiri. Dalam implementasi bisnis yang sudah dijalankan, melihat masih
banyak orang yang enggan atau takut dalam pengambilan keputusan pada pembelian produk
Martabak Mini Kajek di jalan Kaliurang. Branding dalam sosial media sangat diperlukan,
tetapi belum ada biaya untuk merekrut konten kreator dalam pengelolaan sosial media.
Dalam masalah ini ada perbedaan cabang lama dan cabang baru yaitu mengenai omset. Selain
word fo mouth seiring berjalannya waktu produk martabak mini ini berharap akan dikenali
masyarakat sekitar dengan stigma konsep yang kami tawarkan adalah sama dengan martabak
konvensional pada umumnya dengan diferensiasi uniq value. promosi untuk menarik
konsumen baru perlu di kembangkan agar brand awareness bekerja secara optimal.
Collections
- Master of Management [542]
