| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konstruksi budaya terhadap patriarki yang
masih merajalela hingga saat ini, sebagaimana digambarkan dalam film Habibie &
Ainun 3 (2019) yang juga menyajikan perjuangan Ainun dalam mendapatkan hak dan
kesempatannya sebagai perempuan. Persamaan konsep patriarki yang ditampilkan
dalam media dan budaya di Indonesia, peneliti ingin mengetahui bagaimana resepsi
analisis penonton film Habibie & Ainun 3 (2019) mengenai budaya patriarki serta
bentuk-bentuknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi Srikandi UII
terhadap film Habibie & Ainun mengenai budaya patriarki serta pemahaman bentuk-
bentuk tindakan dalam patriarki yang terkandung dalam film Habibie & Ainun 3 (2019).
Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan menggunakan
beberapa informan dari komunitas Srikandi UII yang sesuai dengan kriteria peneliti.
Informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang dengan usia 21 dan 22 tahun.
Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah komunitas Srikandi yang berada di
Universitas Islam Indonesia dan telah menonton film serta memahami isi pesan dalam
yang terkandung dalam film Habibie & Ainun 3 (2019). Pendekatan pada penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam (in depth
interview), dengan menggunakan paradigma konstruktivisme dan metode analisis model
Stuart Hall terkait analisis resepsi penerimaan informan menggunakan kerangka
pemaknaan Encoding-Decoding mengenai pemahaman budaya patriarki, dan tiga
kategori posisi (oposisi, dominan, dan negosiasi) dalam pemaknaan pesan di media.
Berdasarkan hasil wawancara dengan ketujuh informan, penelitian ini menunjukkan
adanya dua kategori posisi pemaknaan pesan yaitu negotiated position dan oppositional
position dalam meresepsikan bentuk-bentuk tindakan patriarki yang terkandung dalam
film ini, yakni bentuk subordinasi, marginalisasi, stereotip, dan kekerasan. Terdapat
bagian tertentu mereka tidak menyetujui patriarki yang ditampilkan dalam film Habibie
& Ainun 3 (2019), namun terdapat pula informan yang masih menimbang baik buruknya
tindakan patriarki akibat pengaruh dari latar belakang masing-masing informan. Ada tiga
faktor yang mempengaruhi informan dalam memaknai pesan dalam media, yakni faktor
pendidikan, faktor pengalaman hidup dan faktor budaya. | en_US |