• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Representasi Father Involvement dalam Film Stranger Things Season 2

    Thumbnail
    View/Open
    20321305.pdf (1.886Mb)
    Date
    2024
    Author
    Nastiyar, Firdaus Algim
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Citra maskulinitas yang memposisikan sosok ayah menjadi figur sentral dalam mencari nafkah berimplikasi pada kekosongan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Kondisi tersebut pada akhirnya membawa figur ayah ke dalam fenomena absennya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak atau yang dikenal sebagai fatherless atau daddy issues. Objek penelitian ini menggunakan film Stranger Things (2017) dalam membantu peneliti memberikan gambaran terkait bagaimana representasi keterlibatan ayah ditunjukkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana elemen-elemen father involvement (keterlibatan ayah) direpresentasikan dalam film Stranger Things (2017). Adapun penelitian ini menggunakan metode analisis Semiotika Roland Barthes yang mengungkap makna dibalik tanda melalui signifikansi makna denotasi dan konotasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek father involvement yang direpresentasikan dalam film terbagi menjadi empat indikator antara lain pertama, sikap otoriter seorang ayah ditunjukkan melalui sikap yang sangat tegas dalam menegakkan aturan dan sikap kedisiplinan tanpa menorelir alasan dibaliknya. Kedua, potret laki-laki feminis yang direpresentasikan melalui kesadaran seorang ayah untuk terlibat dalam mengurus pekerjaan rumah. Ketiga, ayah sebagai panutan anak yang akan dicontoh dan ditiru dari segala aspek seperti sikap, pengetahuan, ataupun pengalamannya. Keempat, sifat temperamental seorang ayah yang dapat diidentifikasi melalui kemampuan pengelolaan aspek sosio-emosionalnya. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa keterlibatan seorang ayah dalam pengasuhan anak dapat membuka jendela baru dalam menembus batas-batas citra maskulinitas pada realitas masyarakat.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/51324
    Collections
    • Communication [1422]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV