• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kedudukan Hukum Firma Sebagai Termohon Dalam Perkara Kepailitan (Studi Terhadap Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 156/PK/PDT.SUS./2012)

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (137.3Kb)
    02 prelimenari.pdf (1.358Mb)
    03 daftar isi.pdf (137.1Kb)
    04 abstract.pdf (133.1Kb)
    05.1 bab 1.pdf (317.3Kb)
    05.4 bab 4.pdf (137.2Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (129.9Kb)
    Date
    2017-05-23
    Author
    Pamungkas, Brury Tri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Studi ini bertujuan untuk menganalisa penerapan hukum terhadap Firma mengenai kedudukan hukum Firma sebagai termohon yang diajukan dalam perkara Kepailitan oleh para Pemohon Kepailitan (Kreditor). Tujuannya adalah mengetahui kedudukan hukum Firma sebagai Termohon dalam perkara Kepailitan. Namun dalam pengaturan Kepailitan masih banyak kendala yang perlu dibenahi terkait masalah kedudukan hukum Firma sebagai Termohon dalam perkara Kepailitan. Rumusan masalah yang diajukan yaitu: Bagaimana kedudukan hukum Firma sebagai Termohon Pailit dalam perkara Kepailitan di Pengadilan Niaga? Bagaimana pertanggungjawaban sekutu kepada para Kreditornya? Penelitian ini termasuk tipologo penelitian hukum normatif. Penelitian ini dilakukan melalui metode Yuridis Normatif yaitu pendekatan dari sudut pandang hukum atau peraturan PerUndang-Undangan yang berlaku. Data penelitian ini dilakukan dengan cara studi dokumen/pustaka serta hierarki peraturan PerUndang-Undangan sampai pada aturan khusus terkait Kepailitan yang kemudian diolah, disusun secara sistematis dan hasilnya disajikan dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil studi ini menunjukan bahwa terdapat ketidak jelasan hukum terkait kedudukan hukum Firma sebagai Termohon Pailit pada perkara Kepailitan di Pengadilan Niaga yang di akibatkan adanya perbedaan Putusan penjatuhan Pailit terhadap Termohon Firma, antara Putusan Pengadilan Niaga yang menghukum Pailit Firma karena telah memenuhi Undang-Undang Kepailitan & PKPU tetapi dalam Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI, Firma dihukum bebas tidak dalam keadaan Pailit karena Firma tidak berstatus badan hukum sehingga tidak bisa dijadikan subyek hukum sebagai Termohon Kepailitan & PKPU. Hal demikian mengakibatkan adanya masalah kedudukan hukum Firma dalam Kepailitan. Berdasarkan analisis penulis, penulis memberikan saran perlunya pengaturan Undang-Undang Kepailitan secara khusus tentang kedudukan Firma sebagai Termohon Pailit. Serta masalah pertanggungjawaban Firma perlu dibuat pengaturan yang lebih rinci dan jelas tentang tanggungjawab para sekutu Firma kepada para Kreditornya apabila terjadi peristiwa Kepailitan.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/5132
    Collections
    • Law [3440]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV