Persepsi Kekerasan dalam Drama Korea Class Of Lies
Abstract
Drama Korea termasuk yang mempengaruhi masuknya budaya Korea Selatan di
Indonesia. Drama seringkali menggambarkan isu-isu sosial yang ada saat ini sesuai dengan
faktor-faktor nyata sosial yang terjadi di mata publik. Dibalik negaranya yang maju, di
Korea Selatan ternyata banyak terjadi kasus kekerasan seperti pembullyan, kekerasan fisik
dan lain-lain. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana persepsi penonton
terhadap kekerasan yang terjadi di dalam Drama Korea Class of Lies. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan wawancara mendalam bersama
lima narasumber melalui Zoom Meeting. Dalam pemilihan narasumber, peneliti
menggunakan teknik purposive sampling. Obyek penelitiannya adalah narasumber yang
sudah menonton Drama Korea Class of Lies. Menggunakan metode analisis persepsi atau
pendapat audiens. Hasil dari penelitian ini adalah persepsi kelima narasumber dipengaruhi
oleh beberapa faktor yaitu faktor sosiopsikologis dan faktor fungsional. Selain itu,
kekerasan yang ada didalam Drama Korea Class of Lies ada empat yaitu kekerasan fisik,
kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan kekerasan sosial. Kekerasan tersebut ditunjukkan
melalui scene-scene dalam drama. Kesimpulannya, persepsi kelima narasumber
menyatakan kekerasan merupakan perilaku yang tidak baik, sangat jahat, perilaku yang
negatif, dan tidak wajar. Pelaku melakukan kekerasan untuk mendapatkan apa yang
mereka mau, untuk kesenangan, balas dendam dan menindas seseorang yang tidak
mempunyai kekuasaan. Hal tersebut bisa berdampak buruk pada fisik dan psikis korban.
Audiens mampu memaknai unsur kekerasan berdasarkan penerimaan, pemahaman, dan
penilaian masing-masing dari audiens.
Collections
- Communication [1422]
