| dc.description.abstract | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran penting media massa dalam membentuk opini
publik dan memengaruhi dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden 2024 di Indonesia,
dengan fokus pada Metro TV sebagai stasiun televisi berpengaruh yang meliput Cak Imin
sebagai bakal calon wakil presiden. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis framing
pemberitaan Metro TV mengenai Cak Imin pasca pencalonannya dan menilai
kecenderungan bias dalam liputan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif dengan analisis framing, mengamati tayangan Metro TV tentang Cak Imin selama
periode 25 September hingga 19 Oktober 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metro
TV menyajikan Cak Imin dalam konteks positif, menekankan sikap kooperatifnya terhadap
pemanggilan KPK dan mengaitkan tindakan tersebut dengan komitmennya terhadap
transparansi, sementara kritik terhadapnya cenderung diabaikan, mencerminkan adanya bias
dalam pemberitaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa media memiliki peran
penting dalam membentuk citra politik, dan bias dalam pemberitaan dapat mempengaruhi
persepsi publik. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah memperluas cakupan
analisis dengan melibatkan berbagai media lainnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih
komprehensif tentang representasi tokoh politik di berbagai platform media. | en_US |