• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Business and Economics
    • Economics
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Pengaruh Desentralisasi Fiskal, Pertumbuhan Ekonomi, dan IPM Terhadap Ketimpangan Pendapatan di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2003-2022

    Thumbnail
    View/Open
    20313154.pdf (6.506Mb)
    Date
    2024
    Author
    Taufikkurrohmah, Maulida Sania
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ketimpangan pendapatan menjadi masalah bagi negara maju maupun berkembang. Pada tahun 2022 provinsi dengan ketimpangan pendapatan tertinggi di Indonesia ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menurut Arsyad salah satu kendala dalam mengatasi ketimpangan pendapatan adalah dibutuhkan dana yang besar. Upaya yang dapat dilakukan untuk menangani hal tersebut adalah dengan desentralisasi fiskal. Salah satu indikator kesejateraan mayarakat adalah pertumbuhan ekonomi. Apabila pertumbuhan ekonomi meningkat menunjukkan bahwa pendapatan di suatu wilayah akan meningkat serta pendapatan penduduk akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau dapat dikatakan pertumbuhan memberi efek cucuran ke bawah atau trickle down effect pada perekonomian suatu wilayah. Hal ini dapat mengurangi ketimpangan pendapatan. Peningkatan kualitas manusia menjadi fokus utama dalam pembangunan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan serta kualitas masyarakat suatu daerah. Apabila IPM meningkat, maka produktivitas masyarakat akan meningkat sehingga tingkat pendapatan akan meningkat. IPM yang merata di setiap daerah dapat untuk mengurangi ketimpangan pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Pendapatan Asli Daerah (PAD), pertumbuhan ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2003-2022. Data yang digunakan adalah data time series dengan metodenya Error Correction Model (ECM). Hasil dari penelitian ini adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD), pertumbuhan ekonomi, dan Indeks Pembangunan Manusia tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Untuk Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta hanya dalam jangka pendek. Dana Alokasi Khusus (DAK) berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/50910
    Collections
    • Economics [2702]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV