| dc.description.abstract | Veganisme merupakan sebuah ideologi tidak lama ini diperbincangkan khususnya
dalam media digital. Fokus kepada ideologi konsumsi tanpa adanya eksploitasi hewan, dari
segi produk hingga jasa, Veganisme memiliki banyak organisasi secara internasional maupun
lokal. PETA merupakan salah satu organisasi pelopor ideologi veganisme, di mana PETA
aktif memperjuangkan hak - hak hewan salah satunya melalui kampanye dan iklan. PETA
menggunakan berbagai sarana media, namun ditemukan bahwa iklan - iklan kampanye PETA
mengandung unsur seksisme dalam menampilkan perempuan di dalamnya.
Oleh karena itu, penelitian ini membahas bagaimana pemakanaan representasi
seksisme dalam iklan kampanye oleh PETA. Penulis menggunakan metode semiotika oleh
Roland Barthes, atau biasa disebut sebagai metode Barthesian. Menggunakan metode
tersebut, peneliti melihat bagaimana representasi seksisme melalui Denotasi, Konotasi, dan
Mitos. Penulis mengambil 14 iklan kampanye veganisme untuk diteliti, di mana iklan
tersebut bersumber dari channel youtube PETA. Peneliti mengambil beberapa potongan
adegan sebagai data untuk penelitian, kemudian dibahas menggunakan metode Barthesian
dari segi Denotasi, Konotasi, dan Mitos.
Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa iklan kampanye
veganisme oleh PETA masih mengandung unsur representasi seksisme. Secara garis besar,
terdapat tiga pandangan seksisme yang diberikan oleh PETA kepada perempuan yaitu dalam
pandangan media, ranah publik, dan domestik. Dalam ketiga pandangan tersebut, terdapat
representasi seksisme yang menghasilkan adanya prasangka, diskriminasi, objektifikasi,
hingga tindakan kekerasan fisik kepada perempuan dalam iklan kampanye PETA. Contohnya
terdapat pada saat PETA mengasosiasikan sifat konsumerisme kepada perempuan,
mendiskriminasikan perempuan dalam lingkungan kerja, mengobjektifikasi perempuan dalam
media, hingga menampilkan perempuan mengalami kekerasan fisik di lingkungan publik
seperti taman. | en_US |