• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kemampuan Rezim Anti Pencucian Uang di Indonesia dalam Menjangkau Peran Advokat dan Notaris dalam Tindak Pidana Pencucian Uang

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (134.6Kb)
    03 daftar isi.pdf (296.6Kb)
    04 abstract.pdf (41.46Kb)
    05.1 bab 1.pdf (239.1Kb)
    05.4 bab 4.pdf (45.22Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (137.0Kb)
    02 preliminari.pdf (798.3Kb)
    Date
    2017-05-22
    Author
    Zulfianto, Al Sadiq
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkembangan tindak pidana pencucian uang (TPPU) saat ini mengarah kepada keterlibatan para professional. Hal tersebut berdasarkan dari beberapa kasus tindak pidana pencucian uang di Indonesia yang melibatkan advokat dan notaris dalam proses pencucian uang pelaku tindak pidana yang menjadi kliennya. Rezim anti pencucian uang yang berlaku saat ini telah mengatur beberapa perkembangan yang terjadi diatas sebagai upaya mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi: pertama, bagaimana peran advokat dan notaris dalam tindak pidana pencucian uang? dan kedua, bagaimana kemampuan rezim anti pencucian uang di Indonesia dalam menjangkau peran advokat dan notaris dalam tindak pidana pencucian uang? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian normatif yang mengumpulkan berbagai hukum positif dan ajaran-ajaran yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan peran advokat dan notaris sebagai gatekeeper yang memutuskan hubungan antara pelaku kejahatan, tindak pidana, dan hasil tindak pidana. Kemampuan rezim anti pencucian uang yang berlaku belum memilki landasan yang kuat dalam menjangkau peran advokat dan notaris sebagai gatekeeper terutama dalam hal pencegahan. Maka rezim anti pencucian uang saat ini harus dilakukan perubahan untuk memasukkan advokat dan notaris sebagai pihak pelapor dalam undang-undang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Hal ini untuk memperkuat rezim anti pencucian uang di Indonesia.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/4989
    Collections
    • Law [3447]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV