Show simple item record

dc.contributor.authorNurafia, Afi
dc.date.accessioned2024-05-28T02:05:42Z
dc.date.available2024-05-28T02:05:42Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49606
dc.description.abstractPada tahun 2019 di Indonesia, ACFE pernah melakukan survei. Berdasarkan hasil survey tersebut Indonesia mempunyai 239 kasus fraud yang terdiri dari 167 kasus korupsi, 50 kasus penyalah gunaan asset/kekayaan negara dan perusahaan, 22 kasus fraud pada laporan keuangan, sedangkan laporan ACFE 2022 menunjukan bahwa pelaku fraud dalam organisasi terdiri dari tingkatan manajemen itu sendiri. Tingkatan fraud yang dilakukan oleh pemilik usaha menduduki tingkat yang paling banyak terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah coercive, mimetic dan normative isomorphism serta teknologi informasi berperan dalam pencegahan fraud di lingkungan perusahaan swasta yang terdaftar dalam asosiasi Kawasan berikat Jateng – DIY. Responden dalam penelitian ini menggunakan 115 perusahaan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi lin- ear berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian ini menun- jukan bahwa coercive isomorphism dan Mimetic isomorphism tidak berpengaruh posistif dan signifikan terhadap pencegahan Fraud. Sedangkan normative isomorphism dan teknologi informasi berpengaruh posistif dan signifikan terhadap pencegahan Fraud.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCoercive Isomorphismen_US
dc.subjectMimetic Isomorphismen_US
dc.subjectNormative Iso- morphismen_US
dc.subjectTeknologi Informasien_US
dc.titlePencegahan Fraud di Sektor Perusahaan Manufaktur: Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat di Jateng - DIYen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21919002


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record