Show simple item record

dc.contributor.authorFirnanda, Rizky
dc.date.accessioned2024-05-11T08:51:38Z
dc.date.available2024-05-11T08:51:38Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49128
dc.description.abstractSejak diterapkannya otonomi daerah pada tahun 2003, mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam pengelolaan pendidikan. Pasal 11 ayat (2) menegaskan bahwa "Pemerintah dan Pemerintah Daerah harus menjamin ketersediaan dana untuk penyelenggaraan pendidikan bagi setiap warga negara berusia tujuh hingga lima belas tahun." Ketentuan khusus berlaku untuk Perguruan Tinggi, sebagaimana dijelaskan dalam pasal 24 ayat (2), di mana "Perguruan Tinggi memiliki otonomi dalam mengelola lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat." Reformasi tahun 1998 telah mengakibatkan perubahan signifikan di Republik Indonesia, terutama dalam aspek fundamental sistem pendidikan nasional. Transformasi dari sistem pendidikan yang awalnya bersifat terpusat beralih ke desentralisasi, kini dikenal sebagai otonomi pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di Kabupaten Sarolangun. dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip otonomi daerah. Jenis penelitian lapangan dengan metode kualitatif dipilih untuk menggali data dari berbagai sumber dan waktu. Teknik pengumpulan data melibatkan dokumentasi, observasi, dan wawancara, dengan penekanan pada kredibilitas melalui triangulasi sumber, teknik pengumpulan data, dan waktu. Program baca Al-Qur'an telah diimplementasikan di semua SD dan SMP di Kabupaten Sarolangun, berhasil mengatasi buta baca Al-Qur'an melalui pelaksanaan yang merata. Hasil implementasi program menunjukkan dampak positif yang dapat diukur di seluruh wilayah, termasuk peningkatan pemahaman siswa terhadap ajaran agama Islam. Keterlibatan masyarakat dalam mendukung program ini menciptakan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua siswa. Penelitian ini mendemonstrasikan bahwa integrasi prinsip otonomi daerah dengan program keagamaan dapat menciptakan perubahan nyata dalam kualitas pendidikan agama Islam di tingkat lokal, menjadi contoh sukses untuk daerah lain yang mengadopsi pendekatan serupa.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectOtonomi Daerahen_US
dc.subjectPendidikan Agamaen_US
dc.subjectProgram Baca Al-Qur’anen_US
dc.titleImplementasi Kebijakan Otonomi Daerah Nomor 54 Tahun 2016 dalam Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Sarolangunen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20422066


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record