Show simple item record

dc.contributor.authorHabibah, Ummi
dc.date.accessioned2024-05-11T08:18:36Z
dc.date.available2024-05-11T08:18:36Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49119
dc.description.abstractDalam menghafal Al-Qur’an perlu adanya metode atau cara agar hafalan tetap terjaga dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode kuartalan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an pada santri tahfidz, dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam pelaksanaan metode kuartalan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, yakni triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan yakni reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Simaan Kuartalan merupakan salah satu metode simaan unggulan yang digunakan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran yang bertujuan untuk menguji seberapa kuat kualitas hafalan Al- Qur’an yang didapatkan santri. Waktu pelaksanaan simaan kuartalan yakni 2 kali dalam satu tahun yakni pada bulan Rabiul Awal dan bulan Sya’ban. Untuk tempat pelaksanaan kuartalan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran komplek Darurriyadloh dilaksanakan di 2 tempat, yakni di musholah dan musholah mbah Ali. Dalam pelaksanaannya, santri yang mengikuti kuartalan harus menaati beberapa peraturan-peraturan kuartalan, diantaranya: santri membacakan perolehan hafalannya secara gelondong bil ghoib sebanyak 5 juz dalam sekali dudukan, santri harus membaca juz sesuai dengan urutan juznya dan tidak boleh diacak, durasi pembacaan 1 juz maksimal 35 menit, bacaan harus lancar, pelan serta tartil, santri wajib menggunakan mikrofon selama pelaksanaan kuartalan, volume mikrofon tidak boleh diubah-ubah, dan santri tidak diperbolehkan menambah hafalan baru sebelum menyelesaikan target kuartalannya. Faktor Pendukung dalam pelaksanaan Simaan Kuartalan di komplek Darurriyadloh yaitu: adanya motivasi dari orang-orang terdekat misal diri sendiri, bapak kiai, badal, teman dan orang tua, adanya niat dan keseriusan dari santri, dan adanya reward setelah pelaksanaan kuartalan. Adapun faktor penghambat dalam pelaksanaan Simaan Kuartalan di komplek Darurriyadloh yaitu: sarana prasarana yang kurang memadai, cuaca yang kadang kurang mendukung, penyimak yang kadang mengantuk, kurangnya kesiapan santri dalam mempersiapkan hafalan yang akan diujikan, munculnya rasa malas, dan hafalan santri yang kurang tertata dengan baik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMetode Kuartalanen_US
dc.subjectMenjaga Hafalan Al-Qur’anen_US
dc.titleImplementasi Metode Kuartalan dalam menjaga Hafalan Al-Qur'an Pada Santri Tahfidz di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Kecamatan Bayat, Klatenen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20422073


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record