• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Representasi Maskulinitas Perempuan (Analisis Semiotik Roland Barthes Pada Film Jakarta vs Everybody & Film Perfect Stranger)

    Thumbnail
    View/Open
    18321204.pdf (2.932Mb)
    Date
    2023
    Author
    Bangsawan, Raja Indra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Film biasanya digunakan untuk mentransmisikan sebuah pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. dalam sebuah film, karakter dari setiap tokoh dibentuk sedemikian rupa sehingga memiliki sebuah pesan dan kesan bagi para penontonnya. Pembentukan karakter sebuah tokoh juga berpengaruh dalam penyampaian pesan pada suatu film. Karakter maskulin biasanya identik dengan sosok laki-laki, akan tetapi bukan berarti perempuan tidak memiliki sifat dan karakteristik yang sesuai dengan teori maskulinitas. Dalam hal ini, film jakarta vs everybody dan film perfect stranger menjadi subjek penelitian yang dilakukan oleh peneliti dalam mencari sebuah representasi maskulinitas pada perempuan.penelitian dilakukan dengan mengunakan analisis semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes dengan mencari sebuah makna denotasi, konotasi dan mitos dari 12 scene yang diambil pada film Jakarta vs Everybody dan Perfect Strangers. Temuan penelitian dengan menggunakan teori yang sudah ditetapkan ditujukan untuk mencari sebuah makna dari tanda pada beberapa adegan film. berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dalam film, peneliti menemukan adanya kesesuaian makna maskulinitas pada karakter perempuan dari masing masing film dengan tujuh konsep sifat maskulinitas. Perbedaan maskulinitas perempuan dari masing- masing film tentu saja sangat signifikan, dapat dilihat dari latar belakang dan alur film Jakarta vs Evrybody yang cenderung lebih keras, sesuai dengan alur film yang menceritakan kerasnya kehidupan di ibukota. Dari film Jakarta vs Everybody, maskulinitas perempuan ditunjukkan dengan gaya berpakaian, sikap dan perilaku. Sedangkan dalam film Perfect Strangers karakter perempuan dalam film menunjukkan maskulinitas dengan cara mengatur emosi diri, berpikir rasional dan mampu menyelesaikan masalah.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/48263
    Collections
    • Communication [1422]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV