• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Representasi Disharmoni Keluarga Kolombia dan Indonesia dalam Film Encanto dan Imperfect

    Thumbnail
    View/Open
    19321082.pdf (40.07Mb)
    Date
    2023
    Author
    Rahmadhani
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Disharmoni kerap dijumpai dalam masyarakat luas terutama disharmoni keluarga. Permasalahan disharmoni keluarga yang sudah tertanam di masyarakat menjadi salah satu representasi yang kemudian diangkat pada berbagai film. Film yang membawa representasi disharmoni keluarga yang akan peneliti analisis adalah Encanto dan Imperfect yang memberikan pandangan disharmoni keluarga dari dua negara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif dengan paradigma konstruktivis dimana analisis yang dilakukan mengangkat realitas alami konstruksi sosial mengenai disharmoni keluarga. Dilanjutkan dengan menerapkan model analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri dari tiga bagian dari sistematika signifikansi dua tahap berupa denotasi dan konotasi sebagai tahap pertama, kemudian tahap kedua dilanjutkan dengan mitos yang terjadi dalam dua keluarga dalam kedua film tersebut. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada film Encanto dan Imperfect, kesimpulan yang didapatkan adalah disharmoni yang dialami dalam film Encanto dan Imperfect mencakup semua kategori matinya komunikasi antara orang tua dan anak, kegagalan dalam menjalani peran, dan kesenjangan antara anggota keluarga. Perbedaannya terletak pada disharmoni yang terdapat dalam kedua film tersebut, dalam film Encanto matinya komunikasi disebabkan pengasingan diri, sedangkan dalam film Imperfect disharmoni terjadi karena perlakuan orang tua yang buruk terhadap anak. Kemudian, kegagalan dalam menjalani peran film Encanto terjadi karena rumah menjadi prioritas dibandingkan keluarga, sementara dalam film Imperfect perlakuan yang buruk terjadi terhadap anak. Terakhir, kesenjangan antara anggota keluarga dalam film Encanto memvisualisasikan anak-anak yang mengalami tekanan dari orang tua. Sementara, dalam film Imperfect situasi tersebut terjadi hanya satu anak yang tidak mendapatkan sosok orang tua yang mendukungnya.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/48223
    Collections
    • Communication [1422]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV