• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Model Komunikasi Pariwisata berbasis Kearifan Lokal di Kawasan Malioboro Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    19321165.pdf (5.968Mb)
    Date
    2023
    Author
    Pangestuti, Annisa Wendy
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Malioboro sebagai salah satu destinasi wisata di Yogyakarta terus berupaya untuk membangun dan mempertahankan nilai kearifan lokalnya, mulai dari penataan ruang, suasana, bangunan, transportasi hingga para pedagang. Place branding Malioboro sebagai Kawasan wisata berbasis kearifan lokal bahkan dianggap mampu merepresentasikan Yogyakarta sebagai kota budaya sehingga Malioboro menjadi salah satu ikon kota tersebut. Penelitian ini akan membahas mengenai model komunikasi seperti apa, bagaimana, serta saluran komunikasi apa saja yang digunakan. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan model komunikasi pariwisata yang terbentuk di kawasan Malioboro merupakan wujud interaksi antara Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, serta pelaku wisata yang terlibat dalam usaha pengembangan potensi Malioboro melalui implementasi kearifan lokal serta komitmen untuk tetap mempertahankan nilai kearifan lokal dan kelestarian lingkungan. Model Koomunikasi tersebut dapat dikategorikan sebagai model komunikasi multilangkah. Dalam model komunikasi pariwisata yang terjadi di Malioboro, peneliti menemukan lima unsur komunikasi. (1) Komunikator, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta serta UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya. (2) Pesan utamanya adalah untuk terus membantu merawat dan melestarikan segala fasilitas di Malioboro karena sudah diatur berdasarkan nilai kearifan lokal yang ada. (3) Media yang paling banyak digunakan adalah Instagram, sedangkan media yang digunakan untuk interaksi dengan pengunjung di Malioboro adalah radio. (4) Komunikannya adalah masyarakat umum. (5) Feedback yang didapatkan cenderung positif dilihat dari komentar di media sosial serta review dari beberapa pengunjung Malioboro.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/46886
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV