• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Communication
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Strategi Komunikasi Pemasaran Kuliner Lokal di Masa Pandemi dan Pasca Pandemi: Studi Kasus “Empal Gentong Mang Darma dan Nasi Jamblang Ibad Otoy” Khas Cirebon

    Thumbnail
    View/Open
    19321088.pdf (4.112Mb)
    Date
    2023
    Author
    Khodijah, Putri Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Industri kuliner menjadi salah satu sektor usaha yang paling terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, pandemi menyebabkan usaha kuliner mengalami penurunan pendapatan secara drastis. Salah satu kuliner lokal khas Cirebon yang terdampak pandemi yaitu, Empal Gentong Mang Darma (EGMD) dan Nasi Jamblang Ibad Otoy (NJIO). Sehingga, peneliti memilih untuk menganalisa kedua kuliner tersebut sebagai objek karena pemanfaatan media sosial merupakan salah satu upaya dari kedua kuliner untuk memasarkan dan mempromosikan produk di tengah pandemi dalam meningkatkan pendapatan. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa strategi komunikasi pemasaran yang berhasil diterapkan oleh EGMD dan NJIO sebagai upaya mempertahankan usaha dan meningkatkan penjualan di masa pandemi. Kemudian metode penelitian menggunakan jenis pendekatan kualitatif, dengan waktu dan lokasi penelitian di EGMD dan NJIO, Kota Cirebon, Jawa Barat. Serta, metode pengumpulan data menggunakan wawancara narasumber, observasi, dan studi kepustakaan. Adapun, hasil penelitian menunjukkan bahwa EGMD berfokus pada wisatawan, keluarga, pelajar/mahasiswa, dan pekerja kantoran umur 17-50 tahun yang senang berkuliner dan menggunakan Instagram. Advertising di masa pandemi dengan memposting di jam tertentu, dan membagikan informasi mengenai new menu pasca pandemi, serta promosi dari mulut ke mulut. Serta melakukan kerja sama dengan aplikasi online dan memberikan diskon 40-60% sebagai bentuk positioning kuliner. Sedangkan NJIO berfokus pada wisatawan dan masyarakat umum yang aktif menggunakan Instagram. Strategi yang dilakukan melalui advertising dengan memasang spanduk dan baliho. Serta memposting kedatangan public figure dan menawarkan makanan rekomendasi. Strategi ini membantu pengusaha untuk memasarkan kulinernya di tengah pandemi dan pasca pandemi.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/46827
    Collections
    • Communication [1409]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV