• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Penerapan Risiko Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Menggunakan Metode Hazard Identification Risk Assessment Risk Control (Hirarc) Pada Proses Rekonstruksi (Studi Kasus: Cv. Anoko Mitra Prima Pematang Reba)

    Thumbnail
    View/Open
    18522167.pdf (2.222Mb)
    Date
    2023-01
    Author
    MUHAMMAD IRHAM MATULLAH
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pelaksanaan konstruksi tidak akan pernah terhindar dari risiko kecelakaan kerja, maka dari itu pentingnya setiap perusaahaan konstruksi untuk menerapkan sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3). CV. Anoko Mitra Prima merupakan perusahaan pelaksanaan konstruksi berbentuk CV yang berlokasi di Pematang Reba, kecamatan Rengat Barat, Indragiri Hulu Riau. Sayangnya pelaksanaan konstruksi CV. Anoko Mitra Prima, masih belum menerapkan program-program K3 sehingga risiko kecelakaan yang terjadi pada perkerja akan semakin besar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi bahaya atau risiko yang terkait dengan proses konstruksi dan kemudian memberikan penanganan yang tepat. Metode yang digunakan adalah metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi/pengamatan secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode HIRARC, ditemukan 16 potensi bahaya yaitu kategori extreme dengan 3 potensi bahaya, lalu pada kategori high terdapat 4 potensi bahaya, kategori moderate terdapat 5 potensi bahaya, dan pada kategori low risk terdapat 4 kategori bahaya. Penanganan yang diberikan yaitu penggunaan APD berupa sepatu safety, masker, rompi, helm, hand gloves, dan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya K3. Memberikan arahan mengenai SOP juga dilakukan, lalu meninjau pemeliharaan mesin secara preventif dan perencanaan pengadaan mesin baru, menambah pengawasan serta memasang display prosedur kerja pada peralatan, memberi papan peringatan agar melakukan pekerjaan dengan hati-hati, melakukan evaluasi kerja seminggu sekali, memberikan training kepada pekerja, sering melakukan komunikasi/koordinasi sesama pekerja, dan melakukan safety morning talk dan toolbox meeting.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/44506
    Collections
    • Industrial Engineering [2835]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV