• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Makna Hidup Orang Jawa Yang Menjadikan Dewa Ruci Sebagai Falsafah Hidup

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (43.15Kb)
    02 preliminari.pdf (668.4Kb)
    03 daftar isi.pdf (230.2Kb)
    04 abstract.pdf (19.81Kb)
    05.1 bab 1.pdf (387.0Kb)
    05.2 bab 2.pdf (313.4Kb)
    05.3 bab 3.pdf (297.2Kb)
    05.4 bab 4.pdf (919.2Kb)
    05.5 bab 5.pdf (190.2Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (109.7Kb)
    Date
    2017-01-05
    Author
    Ulinnuha, Afrizal
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai makna hidup, faktor-faktor yang mempengaruhi makna hidup dan dinamika psikologis makna hidup orang Jawa. Responden dalam penelitian ini adalah orang Jawa yang memahami dan mengamalkan falsafah hidup ajaran Dewa Ruci. Lakon Dewa Ruci berisi tentang kisah Arya Bima yang mencari tirta perwita sari atau air kehidupan untuk mencapai kehidupan yang bermakna. Responden merupakan seorang dalang, dosen, peneliti, dan tokoh masyarakat yang memegang tradisi kearifan Jawa. Subjek berdomisili di daerah Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam sebagai alat pengumpulan data. Bedasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa makna hidup orang Jawa yang dialami oleh responden adalah memiliki nilai-nilai kreativitas hidup, nilai-nilai sikap dan nilai-nilai pengamalan. Nilai-nilai tersebut diwujudkan dengan pengetahuan akan ketetapan kehidupan (ngerteni kodrat), hidup berprinsip sakdermo ngelakoni atau menjalani hidup ini dengan lapang dada menerima segala macam keadaan yang melekat pada dirinya. Meyakini bahwa pemberian Tuhan kepada manusia adalah pemberian terbaik, sehingga seterusnya dapat memaksimalkan pemberian Tuhan tersebut dengan sebaik mungkin. Nilai makna hidup berupa Sangkan paraning dumadi, menggali pengetahuan asal muasal dan tujuan ahir segala kehidupan manusia di dunia, dimaknai sebagai penemuan atas dasar dan fungsi manusia di kehidupan oleh Tuhan. Manusia yang memahu hayuning bawono atau mengamalkan potensi pemimpin yang memiliki keluasan sikap kasih sayang (kinasih) guna mempercantik bumi yang elok sebagai khalifah fil ardh. Jejering pengeran yang memiliki kemauan untuk menjadikan diri yang baik sebagai mana sifat-sifat kebaikan Tuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi responden dalam memperoleh makna hidup adalah mematuhi apapun yang diperintah oleh guru, mengikuti tradisi kearifan jawa dari para leluhur, membiasakan diri olah rasa, berlaku hidup sederhana, dan menjaga kebersihan diri lahir batin. Dinamika psikologis responden adalah menghadapi persoalan-persoalan hidup pribadi (keluarga besar) dan dalam membina keluarga dan membimbing anak-anaknya sendiri serta masyarakat yang melingkupinya. Makna hidup yang diperoleh dari proses kehidupan subjek dalam mencapai keseimbangan intelektual, emosional dan spiritual telah membentuk kecerdasan dan kearifan pribadi yang mencapai sebuah kehidupan bermakna.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/4389
    Collections
    • Psychology [2586]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV