• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    ELIMINASI WASTE PADA LINI PRODUKSI BAKPIA BERDASARKAN LEAN MANUFACTURING MENGGUNAKAN METODE VALSAT (Studi kasus: Bakpiapia Jogja)

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (88.89Kb)
    02 preliminari.pdf (1018.Kb)
    03 daftar isi.pdf (128.6Kb)
    04 abstract.pdf (81.14Kb)
    05.1 bab 1.pdf (346.1Kb)
    05.6 bab 6.pdf (119.1Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (113.0Kb)
    Date
    2017-04
    Author
    Ferriyadi, Muhammad Arief
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    CV. Zehada Pangan Kreatif atau yang biasa dikenal dengan nama Bakpiapia adalah industri rumah tangga yang berdiri sejak 2004. Produk yang diperkenalkan melalui rapat, arisan dan acara keluarga saat ini sudah sangat berkembang. Dilihat dari ratarata kapasitas produksinya dapat mencapai 6250 bakpia per harinya. Dalam akivitas produksinya, Bakpiapia mengalami kesulitan dalam pemenuhan order selama big season sebagai contohnya pada musim liburan yang dituntun memacu produksinya hingga hampir dua kali lipat dari kapasitas awalnya. Hal ini disebabkan oleh waste pada proses produksi sehingga ada yang perlu di eliminasi. Eliminasi waste dengan menggunakan konsep lean manufactring menggukanan metode VALSAT karena mapping tools yang tepat dan jelas maka aktivitas eliminasi waste dapat beralan secara efektif. Berdasarkan identifikasi dengan menggunakan WAM diketahui waste dominan dalam sistem produksi tersebut adalah overproduction sebesar 20,90% lalu yang kedua yakni waste defect sebesar 18,34% dan yang tearkhir adalah waste inventory yakni sebesar 14,43%. Berdasarkan output VALSAT yaitu mapping tools yang digunakan untuk mengeleminasi waste dominan yakni PAM dengan skor 499.50. berdasarkan analisa PAM, diketahui bahwa aktivitas pada kondisi aktual, VA sebesar 10,47% lalu NVA sebesar 17,55% dan NNVA sebesar 71,98% . Usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengeleminasi ataupun mereduksi lead time pada line produksi yakni pada waste oveproduction penentuan target produksi dan juga menerapkan papan kanban yang dapat dilihat oleh seluruh operator khususnya pekerja pembuatan bakpia. Untuk waste defect penambahan tahap inspeksi pada lantai produksi bakpia agar meminimalisir bakpia yang cacat dan juga pengadaan sarang tangan oven agar saat mengambil loyang panas dari oven tangan operator tidak terkena langsung yang berakibat bakpia terjatuh. Dan yang terakhir untuk waste inventory menerapkan metode penyimpanan FIFO khususnya untuk bakpia rasa cokelat untuk meminimalisir bakpia yang tidak layak dijual karena terlalu lama di lemari penyimpanan. Solusi dari FIFO ini adalah dengan pengadaan lemari sliding yang memudahkan untuk mengambil produk yang masuk kedalam lemari terlebih dahulu.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/4349
    Collections
    • Industrial Engineering [2834]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV