• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Law
    • Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA DIREKSI DARI SUATU KORPORASI YANG TERLIBAT TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP

    Thumbnail
    View/Open
    01.0 cover.pdf (47.61Kb)
    02 preliminari.pdf (493.7Kb)
    03 daftar isi.pdf (123.0Kb)
    04 abstract.pdf (171.7Kb)
    05.1 bab 1.pdf (296.8Kb)
    05.2 bab 2.pdf (442.9Kb)
    05.3 bab 3.pdf (489.2Kb)
    05.4 bab 4.pdf (196.3Kb)
    05.5 bab 5.pdf (242.3Kb)
    06 daftar pustaka.pdf (204.4Kb)
    Date
    2017-05-22
    Author
    SUPARNO S., IRYADI
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini berjudul Pertanggungjawaban Pidana Direksi dari suatu Korporasi yang Terlibat Tindak Pidana Lingkungan Hidup. Hal ini karena adanya perbedaan Pandangan Hakim dalam menetapkan hukum suatu putusan mengenai PJP(pertanggungjawaban pidana) direksi dari suatu korporasi yang terlibat TPLH (tindak pidana lingkungan hidup). Khususnya dalam penentuan mengenai siapa kah yang bertanggungjawab atas TPLH yang terjadi, karena selalu direksi yang bertanggungjawab atas hal tersebut sedangkan pemimpin kegiatan tidak terkena tindak pidana yang mana pemimpin kegiatan bertindak langsung ke lapangan. Penelitian ini fokus pada permasalahan yang terkait dengan: 1. PJP direksi dari suatu korporasi yang terlibat TPLH; 2. Bentuk PJP direksi maupun korporasi dari suatu korporasi yang terlibat TPLH. Untuk menguraikan problematika tersebut maka peneliti menguraikannya menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan meninjau dan membahas objek penelitian dari sisi hukum dalam Peraturan Perundang-Undangan: data primer didapatkan dari pendekatan yuridis Al-Qur‟an, Hadist, KUHP, KUHPer, UUPLH, UUPT, dan Putusan Pengadilan. sedangkan data sekunder didapatkan dengan telaah pustaka. Setelah semua data terkumpul maka penulis menganalisis semua yang akan dideskripsikan dalam bentuk tulisan. Setelah diuraikan dengan metode tersebut, maka kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut: 1. Bahwa dalam praktek PJP direksi dari suatu korporasi yang terlibat TPLH, terdapat perbedaan antara putusan hakim mengenai PJP tersebut, dikarenakan adanya perbedaan pandangan hakim dalam menerapkan Pasal 116 ayat (1) huruf b UUPLH. Dikarenakan AD/ART setiap badan usaha (Perseroan Terbatas) berbeda-beda. Bentuk PJP direksi maupun korporasi dari suatu korporasi yang terlibat TPLH dalam UUPLH terdapat 5 (lima) bentuk PJP, yaitu: a) Badan usaha yang bertanggungjawab, bentuk PJP (pidana denda); b) Orang yang memberi perintah untuk melakukan tindak pidana yang bertanggungjawab; c) Orang yang bertindak sebagai pemimpin kegiatan dalam tindak pidana yang bertanggungjawab; d) Badan usaha dan orang yang memberi perintah untuk melakukan tindak pidana yang bertanggungjawab; e) Badan usaha dan orang yang bertindak sebagai pemimpin kegiatan dalam tindak pidana yang bertanggungjawab, bentuk PJP (pidana penjara dan pidana denda). Namun kapan bertanggungjawab, tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang hal tersebut.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/4267
    Collections
    • Law [3447]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV