• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Produktivitas Terjadinya Produk Defect Pada Proses Produksi Dengan Metode Six Sigma Dan Failure Mode And Effect Analysis (Fmea) (Studi Kasus: Percetakan Sukun Druck)

    Thumbnail
    View/Open
    18522145.pdf (3.685Mb)
    Date
    2022-11-11
    Author
    MUHAMMAD FAUZIL ADIB
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Sukun Druck merupakan perusahaan percetakan yang merupakan anak perusahaan yang tergabung dalam Sukun Group. Pada Percetakan Sukun Druck terdapat masalah yang menghambat produktivitas dari perusahaan yaitu waste of defect pada proses produksi. Pada proses produksi Percetakan Sukun Druck didapatkan data bahwa terdapat rata-rata 6,165% produk defect pada 25 batch yang telah dikerjakan oleh perusahaan. Sedangkan, standar normal produk defect yang ditetapkan oleh Percetakan Sukun Druck sebesar 1,5% setiap batch produksinya. Oleh karena itu, pada penelitian kali ini bertujan untuk menekan produk defect pada proses produksi Percetakan Sukun Druck. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan pengendalian kualitas menggunakan metode six sigma DMAIC dan Failure mode and effect analysis (FMEA) dengan alat bantu berupa Five Whys Analysis dan Diagram sebab akibat. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa perusahaan memiliki nilai sigma sebesar 3,041 dan nilai CPK sebesar 1,013. Setelah dilakukan perhitungan FMEA diketahui dari 9 proses produksi didapatkan 30 penyebab kerusakan dengan terdapat 21 diantaranya termasuk dalam kategori kritis. Selain itu, didapatkan 3 akar permasalahan utama yang menjadikan produk defect perusahaan melebihi standar normal yaitu: 1) Sortir hanya dilakukan satu kali pada akhir produksi, 2) Jadwal perbaikan pada beberapa mesin tidak jelas, dan 3) Tidak diterapkannya briefing pada saat sebelum memulai pekerjaan dan evaluasi mingguan. Dengan ditemukannya akar permasalahan tersebut didapatkan usulan perbaikan yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan yaitu dengan melakukan penyortiran pada tiap proses produksi dengan mengadaptasi sistem random sampling, melakukan pencatatan pembukuan dengan lengkap dan jelas, Menerapkan budaya briefing dan melakukan evaluasi bersama setiap minggunya, dan Membuat penjadwalan perawatan pada setiap mesin dengan jelas. Dari perbaikan yang telah dilakukan dapat meningkatkan kinerja perusahaan berupa penurunan persentase produk defect sebesar 6,165% menjadi 1,5% hingga 2%.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/42185
    Collections
    • Industrial Engineering [2908]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV