• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Model Penentuan Ukuran Lot Gabungan Dalam Sistem Rantai Pasok Single Vendor-Multi Buyer Dengan Reactive Lateral Transshipment (Studi Kasus: Umkm Batik X Di Yogyakarta)

    Thumbnail
    View/Open
    18522260.pdf (2.058Mb)
    Date
    2022-11-30
    Author
    NUR AYSHA KUSUMAWARDHANI
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perkembangan industri UMKM di Provinsi DI Yogyakarta setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah, termasuk pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 9,04% untuk semua sektor. Salah satu sektor UMKM di DI Yogyakarta adalah industri batik, berdasarkan data Kementerian Perindustrian terdapat 1.195 unit usaha batik dari skala kecil hingga menengah. Hal ini memberikan gambaran bahwa peningkatan jumlah usaha seiring dengan persaingan bisnis yang semakin tinggi. UMKM Batik X sebagai salah satu industri batik di Yogyakarta harus memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan bisnis. Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan manajemen rantai pasok terutama pengelolaan manajemen persediaan yang baik antara pemasok dan pembeli. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi total biaya gabungan (JTC) antara pemasok dan multi pembeli menggunakan model JELS. Penelitian ini juga mempertimbangkan mengenai lateral transshipment dimana pembeli dapat meminta persediaan ke pembeli lain dan sebaliknya. Model JELS memungkinkan pemasok untuk melakukan optimasi ukuran lot produksi sedangkan pembeli melakukan optimasi ukuran lot pemesanan sehingga total biaya gabungan menjadi minimum. Optimasi ukuran pemesanan dan lot produksi dilakukan menggunakan algoritma Evolutionary pada solver Microsoft Excel. Dalam penelitian ini membandingkan 2 jenis model yaitu model tanpa koordinasi dimana pemasok dan pembeli melakukan optimasi biaya masing-masing, sedangkan pada model dengan koordinasi pembeli dan pemasok memperhitungkan total biaya gabungan. Dari hasil penelitian ini didapatkan perhitungan total biaya gabungan pada model awal sebesar Rp1.170.316.700,00 kemudian pada model dengan koordinasi yaitu sebesar Rp1.154.828.600,00 sehingga model koordinasi berhasil memberikan penghematan sebesar Rp15.488.100 atau sebanyak 1,32%.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/42138
    Collections
    • Industrial Engineering [2908]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV