• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Hukum Islam Terhadap Kebijakaniran Tentang Pemberian Kompensasi Kepada Pendonor Organ Ginjal

    Thumbnail
    View/Open
    18421096.pdf (2.992Mb)
    Date
    2022-06-02
    Author
    ENDAH FAHRUNNISA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Menurut Majma’ Al Fiqh Al Islami yang merupakan anak cabang dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) masalah pemberian kompensasi, hadiah dan sebagainya masih dalam Ijtihad. Hal ini karena adanya kemungkinan menciptakan celah transaksi jual-beli. Namun di Iran yang merupakan negara dengan mayoritas muslim, telah melegalkan dan mendukung pemberian kompensasi kepada pendonor organ khususnya ginjal, baik berasal dari pemerintah maupun dari penerima donor organ. Penelitian ini berfokus pada pandangan Islam tentang pemberian kompensasi kepada pendonor organ yang dilegalkan di Iran dengan menjawab pertanyaan : Bagaimana analisis hukum islam terhadap praktik donor ginjal dengan kompensasi yang dilakukan di Iran? Dari sudut pandang hukum islam, apakah praktik donor ginjal dengan kompensasi yang di lakukan di Iran dapat digolongkan menjadi praktik jual beli ? Dalam menjawab pertanyaan peneliti menggunakan metode penelitian kepustakaan atau library research dan teknik analisis deskriptif kualitatif, dimana data yang telah dikumpulkan akan dijelaskan, diuraikan dan dibandingkan untuk kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan Iran dalam memberi kompensasi kepada pendonor organ ginjal dapat menarik minat pendonor dengan motivasi ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dari uang kompensasi dan berpotensi menciptakan mafsadat berupa budaya transaksi jual-beli organ tubuh manusia. Dalam tinjauan hukum Islam melakukan praktek jual beli dan donor organ untuk mencari keuntungan komersial diharamkan. Kemudian, pemberian kompensasi kepada pendonor organ di Iran, khususnya kompensasi dari pihak penerima donor merupakan bentuk transaksi jualbeli secara konvensional namun merupakan akad jual-beli yang dinilai batal dalam hukum Islam karena adanya syarat yang tidak terpenuh dari objek transaksi dan ada larangan dari mayoritas ulama terkait memperjual-belikan organ tubuh manusia.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/39028
    Collections
    • Islamic Law [939]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV