• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perbandingan Berbagai Jenis Lemak Untuk Induksi Penyakit Steatohepatitis Non Alkohol (Studi Tikus Percobaan)

    Thumbnail
    Date
    2021-05-31
    Author
    Buana, Raihan Lucky
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Hiperkolesterolemia dapat memicu terjadinya non-alchol fatty liver disease (NAFLD), kondisi ini terjadi melalui mekanisme penumpukan kolesterol pada hati. Terdapat beberapa metode induksi hiperkolesterolemia pada beberapa model hewan tertentu, dengan berbagai jenis lemak seperti kuning telur ayam, kuning telur bebek, kuning telur puyuh, margarin, dan mentega. Tujuan penelitian: Mengetahui jenis lemak (kuning telur ayam, kuning telur bebek, kuning telur puyuh, margarin, dan mentega) yang paling efektif untuk menimbulkan penyakit steatohepatitis non alkohol. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain post-test only control group dengan menilai hiperkolesterolemia dengan gambaran histopatologi hepar pada tikus yang diinduksi kuning telur, mentega, dan margarin. Organ hepar disimpan dalam formalin 10% dan dibuat preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Pembacaan preparat berdasarkan kriteria NAFLD activity score (NAS). Analisis data menggunakan Kruskal-Wallis Test dengan post-hoc Mann-Whitney U. Hasil: Rata-rata hasil pengamatan histopatologi hepar dengan kriteria NAS 0,20 ± 0,447 (aquades), 1,00 ± 0,000 (kuning telur ayam), 0,60 ± 0,547 (kuning telur bebek), 0,60 ± 0,547 (kuning telur puyuh), 1,00 ± 0,707 (mentega), dan 0,20 ± 0,447 (margarin). Hasil uji statistik pada kriteria inflamasi lobus dan NAS menunjukkan tidak signifikan. Sedangkan, hasil uji statistik pada derajat degenerasi balon terdapat perbedaaan secara statistik dengan p=0,031. Kesimpulan: Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa, induksi menggunakan mentega dan kuning telur ayam merupakan induksi yang paling efektif dari induksi lemak lainnya (kuning telur puyuh, kuning telur bebek, dan margarin) dan berpotensi untuk menyebabkan stetaohepatitis non alkohol pada tikus.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38185
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV