Show simple item record

dc.contributor.advisorRifqi Muhammad SE., SH., M.Sc., Ph.D., SAS
dc.contributor.authorCHARITY HEALTHA PARAMETRIC ISTANTO
dc.date.accessioned2022-08-01T05:18:58Z
dc.date.available2022-08-01T05:18:58Z
dc.date.issued2022-01-13
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/37982
dc.description.abstractBerdasarkan survei tahun 2018 yang dilakukan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), sektor manufaktur adalah sektor dengan insiden fraud tertinggi sebesar 17% dengan total 38 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraud hexagon model (pressure, opportunity, rationalization, capability, arrogance, dan collusion) terhadap potensi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan manufaktur. Penelitian ini menggunakan sampel data dari 35 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) periode 2015-2020. Data dianalisis dengan metode regresi data panel menggunakan FScore Model untuk melihat potensi kecurangan laporan keuangan dan elemen fraud hexagon theory diproksikan dengan variabel financial stability, external pressure, external auditor quality, change in auditor, change in director, CEO’s Picture, dan Proyek Pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa financial stability dan external pressure berpengaruh positif signifikan terhadap potensi kecurangan laporan keuangan. sedangkan, variabel opportunity, rationalization, capability, arrogance, dan collusion tidak berpengaruh terhadap potensi kecurangan laporan keuangan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectfinancial statement frauden_US
dc.subjecthexagon frauden_US
dc.subjectfrauden_US
dc.titleAnalisis Pengaruh Hexagon Fraud Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index Tahun 2015 – 2020)en_US
dc.Identifier.NIM18312133


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record