• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Potensi Typha Latifolia Dan Indigenous Jamur Untuk Restorasi Lahan Gambut Dengan Sistem Wetland

    Thumbnail
    View/Open
    17513055.pdf (2.011Mb)
    Date
    2022-02-07
    Author
    LESI TRIAN EFANNA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Lahan gambut yang terbakar umumnya menunjukkan kadar unsur logam yang tinggi, menunjukkan penurunan fungsi hidrologis, produktif dan ekologis karena kerusakan sifat fisik, kimia dan biologi gambut. Maka dari itu, diperlukan upaya pemulihan fungsi ekosistem yang terdegradasi sedekat mungkin dikembalikan kondisi alam aslinya yang disebut restorasi. Adapun upaya untuk restorasi lahan gambut terbakar yang tergenang dengan pendekatan biologi yaitu metode bioremediasi yang menggunakan Indigenous Jamur dan T. Latifolia dengan sistem wetland. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa potensi inokulasi Indigenous Jamur pada Typha Latifolia dalam mereduksi logam berat dan fosfat serta mengetahui potensi penyerapan kadar fosfat pada jaringan tanaman. Adapun parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah pelepah, berat kering, pH, EC, fosfat dan hasil analisis logam berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 1 ml isolat indigenous jamur pada tanaman typha latifolia mampu meningkatkan biomassa tanaman, pH dan EC, mampu mereduksi konsentrasi logam Fe di tanah pada bak kontrol sebesar 24%, pada logam Fe di air pada bak wetland mereduksi sebesar 37% ; kemudian mereduksi konsentrasi logam Mn di tanah pada bak kontrol sebesar 27% , pada logam Mn di air pada bak kontrol mereduksi sebesar 37% bak wetland mereduksi sebesar 57% ; selanjutnya mampu mereduksi konsentrasi logam Zn di tanah pada bak kontrol sebesar 2% dan bak wetland mereduksi sebesar 10%. Lalu, mampu menurunkan kadar fosfat di tanah pada bak kontrol sebesar 44% dan bak wetland sebesar 30%.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/37815
    Collections
    • Environmental Engineering [1832]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV