Desain Alat Pengering Tepung Sagu Dengan Metode Quality Function Development
Abstract
Tepung sagu sudah jarang ditemui di pasaran karena sulitnya untuk melaukan
pengeringan. Padahal masyarakat local di beberapa propinsi seperti Sulawesi
Tenggara dan Sulawesi Selatan menjadikan sagu sebagai makanan pokok. Selama
ini masyarajat local hany mengkonsumsi sagu basah, namun sangat renta terhadap
kerusakan. Untuk mengurangi keluhan dan meningkatkan kualiats produk maka
dilakukan desain alat pengering tepung sagu. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui berapa peningkatan kualitas tepung sagu dengan menggunakan
metode QFD dan untuk mengetahui berapa kenaikan efektifitas mesin baru
dengan menggunakan metode QFD. Penelitian ini diawali dengan voice of
customer untuk mengetahui kebutuhan pelanggan keudian disesuaikan dengan
atribut yang tidak terdpat pada alat sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa ada tiga belas atribut dalam perbaikan alat pengering sagu ini yaitu, alat
awet dan kuat, tidak mudah berkarat, mudah dioperasikan, mudah dibersihkan,
mudah dipindahkan, mudah diperbaiki, daya listrik rendah, harganya dapat
dijangkau UMKM, pengering dan pengayak tertutup, memiliki pengonrol suhu,
dan dimensi alat berukuran sedang.
