• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pertimbangan Hakim Pada Gugatan Rekonvensi Istri Terhadap Permohonan Cerai Talak Suami Mengenai Tuntutan Nafkah Pada Kasus Perceraian ( Studi Putusan Pengadilan Agama Sleman Nomor 619/Pdt.G/2020/Pa.Smn )

    Thumbnail
    View/Open
    17421131 Albi Refah Yilmaz.pdf (1.684Mb)
    Date
    2021-08-23
    Author
    ALBI REFAH YILMAZ
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perceraian adalah putusnya jalinan pernikahan antara suami dan juga istri dengan keputusan dari majelis hakim serta terdapat juga alasan-alasan yang tidak dapat untuk mereka hidup rukun kembali. Perceraian dapat dilakukan baik dari suami ataupun juga istri. Putusnya pernikahan akibat perceraian dapat terjadi apabila suami mentalak istrinya ataupun istri mencerai gugat suaminya. Sedangkan dalam pengadilan agama sendiri istilah itu disebut dengan cerai talak ( suami menceraikan istrinya ) dan cerai gugat ( istri menceraikan suaminya ). Perceraian dapat terjadi karena adanya perselisihan dan pertengkaran antara suami dan juga istri didalam rumah tangga dan juga tidak dapat diselesaikan secara baik-baik lagi, sehingga perceraian adalah jalur akhir yang dilakukan. Di Pengadilan agama sendiri, majelis hakim dalam menentukan suatu perkara berlandaskan dengan Undang Undang Perkawinan dan juga KHI (Kompilasi Hukum Islam) dan juga sesuai dengan syariat islamatau hukum islam. Ketika seorang suami menceraikan istrinya atau didalam Pengadilan Agama disebut dengan cerai talak, tidak serta merta suami langsung hilang tanggung jawab kepada istrinya. Akan tetapi seorang suami harus tetap menafkahi istrinya sesuai dengan keputusan majelis hakim. Didalam cerai talak terdapat gugatan balik yang diperuntukkan untuk istri atau disebut juga dengan gugatan rekonvensi. Gugatan ini disediakan untuk istri dengan tujuan agar istri dapat mendapatkan hak-haknya sebagai seorang istri apabila sudah dicerai talak oleh suaminya.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/35911
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV