• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Stasiun Kereta Api Baru Ambarawa Sebagai Reaktivasi Jalur Semarang - Yogyakarta Dengan Pendekatan Infill Design

    Thumbnail
    View/Open
    17512182 Hanief Himawan.pdf (11.50Mb)
    Date
    2021-07-22
    Author
    HANIEF HIMAWAN
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Museum Kereta Api Ambarawa merupakan bangunan cagar budaya milik PT. Kereta Api Indonesia (persero) yang berfungsi sebagai museum yang menyimpan koleksi lokomotif uap. Pada awalnya Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun militer yang dibangun pada 21 Mei 1873 dengan nama Stasiun Williem I. Pada tahun 1976 Gubernur Jawa tengah meresmikan stasiun tersebut menjadi Museum Stasiun Kereta Api Ambarawa. PT KAI berencana mengaktifkan kembali jalur - jalur kereta api yang sudah mati. Reaktivasi jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Kedungjati (Semarang) - Stasiun Patukan (Yogyakarta) melewati Stasiun Ambarawa, tersebut ditandai oleh penandatangan MoU antara PT. KAI (Persero), Direktorat Jendral Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan, dan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Selain reaktivasi jalur kereta, PT. KAI juga merencanakan adanya pengembangan jalur wisata melalui rel kereta dari Stasiun Ambarawa - Stasiun Kedungjati dengan menggunakan aset bersejarah seperti kereta lokomotif uap. Stasiun KA Ambarawa merupakan salah satu dari banyak bangunan cagar budaya di Indonesia. Stasiun KA Ambarawa yang akan dikembangkan memiliki latar belakang historis yang kuat bagi Indonesia. Karena merupakan bangunan heritage oleh sebab itu, butuh upaya pelestarian bangunan cagar budaya dimulai dari hadirnya bangunan baru dan bangunan lama untuk memberikan keharmonisan bangunan cagar budaya melalui infill design. Pada hakekatnya infill design bertujuan untuk mendewasakan kawasan heritage, memberi nyawa baru pada suatu bangunan baru atau lama.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/33722
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV