• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Hunian Omah Karang Dan Kebun Aquaponik Pada Area Bekas Stasiun Kota Purwodadi, Grobogan Dengan Pendekatan Konservasi Air

    Thumbnail
    View/Open
    17512059 Rudi Setiawan.pdf (25.68Mb)
    Date
    2021-07-21
    Author
    RUDI SETIAWAN
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Stasiun kota Purwodadi sudah tidak aktif sejak 1986 dan sejak tahun 2000-an dimanfaatkan oleh Pemerintah Kab. Grobogan sebagai terminal angkutan umum dan zona perdagangan. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi tersebut tidak maksimal dan disalah gunakan oleh para pedagang dan beberapa penghuni yang melakukan urbaninsasi, yaitu dengan menggunakannya sebagai tempat tinggal sehingga keadaannya sekarang kumuh dengan tidak tertatanya kawasan, fungsi yang tidak maksimal, banyak sampah, sarana dan prasarana yang tidak memadai; masalah air bersih; masalah pangan bagi penghuni, dan menjadi tempat yang bercitra negatif. Selain itu, izin dalam kawasan Bekas Stasiun Kota Purwodadi hanya berlaku untuk berdagang saja, artinya orang-orang yang tinggal dalam kawasan berstatus ilegal. Jumlah dari orang yang bertepat tinggal di Bekas Stasiun Kota Purwodadi ada 24 KK dengan berbagai macam pekerjaan, yaitu pengamen, tukang becak, serta menjadi tempat para penjual asongan; penjual minuman, makanan kecil, penjual bunga ziarah, dan warteg. Sementara dari pihak PT. KAI untuk urusan bekas stsaiun, memperbolehkan perorangan/instansi untuk memanfaatkan bekas stasiun dengan syarat tidak menganggu aktivitas perkereta apian. Selain itu, Kab. Grobogan sering mengalami kemarau panjang yang berakibat kekeringan disejumlah kecamatan, tak terkecuali kawasan Bekas Stasiun Kota Purwodadi. Sumber air pada kawasan didapat dari sumur, namun saat kemarau panjang menyebabkan air sumur mengering. Dari permasalahan-permasalahan tersebut, kawasan Bekas Stasiun Kota Purwodadi akan ditata dengan Omah Karang dan aquaponik, serta konservasi air. Hunian Omah Karang ini nantinya akan dengan mudah dibongkar-pasang tanpa bantuan tukang khusus dengan material kayu dan dapat dipindahkan kemana saja jika kontrak menghuni kawasan telah selesai dan dari pihak Pemerintah menemukan lokasi yang tepat untuk mereka. Untuk menunjang kebutuhan pangan kawasan bekas stasiun, dirancanglah kebun yang berbasis urban faming dengan menggunakan sistem aquaponik, yaitu dengan tanaman selada, pakcoy, dan kangkung, serta ikan lele/nila. Sementara konservasi air dengan menampung air hujan dan menghijaukan kawasan dengan tanaman yang dapat menyimpan air dalam jumlah yang cukup banyak untuk cadangan air saat kemarau panjang. Selain fungsi utama berupa hunian dan urban farming, disini juga mnyediakan kawasan perdagangan, karena mayoritas pekerjaan penghuni eksisting sebagai pedagang.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/33718
    Collections
    • Architecture [3988]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV